Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam suku bangsa, daerah. agama, adat istiadat, dan kebudayaan. Hal ini telah mewariskan beragam karya seni secara turun-temurun. Hasil karya seni yang telah diwariskan secara turun-temurun ini tersebar di seluruh pelosok daerah di Indonesia. Hingga saat ini, warisan tersebut masih lestari dan dapat kita nikmati keindahannya.
Salah satu warisan budaya bangsa Indonesia adalah ragam hias atau disebut juga ornamen.
Ragam hias sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia akan tetap bertahan, lestari, dan keindahannya tidak akan lekang oleh waktu. Ragam hias memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan. Dalam kriya tekstil misalnya, kita dapat menikmati ragam hias pada batik dan tenun seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Dalam kriya kayu dan logam, keindahan ragam hias dapat diterapkan pada peralatan rumah tangga, seperti lemari, kursi, meja, dan tempat tidur.
Selanjutnya apabila diteliti lebih mendalam, ragam hias menjadi lebih luas manfaatnya. Hal ini karena ragam hias pada suatu benda akan menambah nilai benda tersebut. Misalnya, meja atau kursi dengan hiasan ukir akan merniliki nilai keindahan yang lebih dibandingkan dengan meja atau kursi yang polos tanpa ragam hias.Bagaimanakah sejarah dan konsep serta jenis-jenis ragam hias? Mari kita pelajari materi berikut.
Perkembangan ragam hias di Indonesia dilatarbelakangi oleh arisan dari generasi ke generasi yang selaras dengan kemajuan pertumbuhan kebudayaan Indonesia. Nenek moyang bangsa
ia diperkirakan berasal dari Yunan, daratan Tiongkok bagian tan. Mereka datang dalam dua gelombang yang diperkirakan jadi sekitar 2000 SM dan 500 SM. Sebagian di antaranya telah membaur dan menetap cukup lama di Indonesia.
Nenek moyang bangsa Indonesia telah membuat Karya seni pada zaman kebudayaan batu muda atau masa Neolitikum. Karya yang berkembang pada zaman ini berupa karya seni yang digunakan sebagai perantara magis. misalnya kapak lonjong, kapak persegi. dan tembikar. Pada zaman batu besar atau Megalitikum.karya seni rupa yang dihasilkan berupa dolmen, punden berundak, lenhir, sarkofagus, dan artefak-artefak lain. Kemudian pada tahun 700 SM atau masa perunggu, mulai muncul ragam hias yang
angkan pada karya-karya seni, seperti tembikar berbentuk mangkuk dan belanga, moko, nekara, dan kapak perunggu. Jenis im hias yang dituangkan pada karya-karya tersebut masih sangat sederhana,, misalnya ragam hias meander, berbagai macam garis,pal, lingkaran, dan spiral.
Ragam hias atau disebut juga sebagai oramen (berasal dari kata ornare yang berarti 'menghiasi) dibuat untuk menghiasi sebuah benda. Tujuannya agar benda tersebut memiliki nilai keindahan dan nilai jual. Ragam hias juga dapat digunakan sebagai entintitas atau ciri khas dari suatu daerah. Umumnya, ragam hias khas suatu daerah digunakan sebagai pengisi kekosongan dan memiliki fungsi simbolis.
angkan pada karya-karya seni, seperti tembikar berbentuk mangkuk dan belanga, moko, nekara, dan kapak perunggu. Jenis im hias yang dituangkan pada karya-karya tersebut masih sangat sederhana,, misalnya ragam hias meander, berbagai macam garis,pal, lingkaran, dan spiral.
Ragam hias atau disebut juga sebagai oramen (berasal dari kata ornare yang berarti 'menghiasi) dibuat untuk menghiasi sebuah benda. Tujuannya agar benda tersebut memiliki nilai keindahan dan nilai jual. Ragam hias juga dapat digunakan sebagai entintitas atau ciri khas dari suatu daerah. Umumnya, ragam hias khas suatu daerah digunakan sebagai pengisi kekosongan dan memiliki fungsi simbolis.
Keberadaan ragam hias sebagai identitas atau ciri khas daerah t dilinat dari nilai atau fungsi simbolis ragam hias tersebut contohnya, motif sidomukti yang dapat ditemukan pada kain batik
yang tersebar di Jawa Tengah. Motif tersebut biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara pernikahan. Hal itu karena motif terbut memiliki arti harapan agar keinginan dapat tercapai
yang tersebar di Jawa Tengah. Motif tersebut biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara pernikahan. Hal itu karena motif terbut memiliki arti harapan agar keinginan dapat tercapai
Ragam hias disusun dari kumpulan-kumpulan pola hias, sedangkan pola hias disusun dari sekumpulan motif hias. Motif merupakan unsur atau bentuk dasar yang digunakan sebagai pedoman dalam merancang ragam hias. Pola hias adalah pola disusun dan dipadupadankan sedemikian rupa sehingga
hasilkan ragam hias. Jadi, ragam hias adalah susunan dari hias yang menggunakan motif hias sebagai bentuk dasarnya disusun dengan kaidah-kaidah sehingga menghasilkan gambar indah dan bermakna.
Bagaimanakah sejarah perkembangan ragam hias di Indonesia?
jawablah pertanyaan
Tuliskan tiga contoh karya seni rupa pada masa sejarah.
1. Apa yang kamu ketahu tentang ragam hias?
2. Bagaimanakah proses ragam hias terbentuk?
3. Apa yang kamu ketahui tentang pola dan motif hias?
1. Apa yang kamu ketahu tentang ragam hias?
2. Bagaimanakah proses ragam hias terbentuk?
3. Apa yang kamu ketahui tentang pola dan motif hias?
Carilah gambar karya seni yang memilii ragam hias dari masa sejarah
atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia, kemudian:
atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia, kemudian:
a. Analisislah jenis karya seni yang memiliki ragam hias dari masa
Sejarah atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia terssbut.
b. Deskripsikan tentang jenis dan ciri khas yang ada pada ragam hias
tersebut, kemudian presentasikan di depan Kelas.
Sejarah atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia terssbut.
b. Deskripsikan tentang jenis dan ciri khas yang ada pada ragam hias
tersebut, kemudian presentasikan di depan Kelas.
B. Jenis-Jenis Ragam Hias
Ada berbagai macam bentuk dasar yang digunakan sebagai
lkaidah dalam merancang ragam hias. Motif dalam ragam hias
dapat dikelompokkan menjadi lima, antara lain
Ada berbagai macam bentuk dasar yang digunakan sebagai
lkaidah dalam merancang ragam hias. Motif dalam ragam hias
dapat dikelompokkan menjadi lima, antara lain
a. motif geometris,
b. motif flora,
b. motif flora,
c. motif fauna,
d. motif manusia, dan
e. motif benda alam.
kita bahas satu per satu mengenai motif dalam ragam hias.
1. Motif geometris
Motif geometris merupakan motif yang menggunakan ungan dari unsur-unsur rupa. Unsur-unsur rupa yang sering mukan pada ragam hias adalah unsur titik, garis, dan bidang 'g umumnya ketika diaplikasikan ke dalam ragam hias menjadi tuk yang susah dikenali bentuk aslinya atau bersifat abstrak.
if-motif geometris antara lain tumpal, meander, lereng, pilin, garis zig-zag, kawung, dan banji atay swastika. Mari kita bahas per satu mengenai motif-motif geometris.
1. Motif geometris
Motif geometris merupakan motif yang menggunakan ungan dari unsur-unsur rupa. Unsur-unsur rupa yang sering mukan pada ragam hias adalah unsur titik, garis, dan bidang 'g umumnya ketika diaplikasikan ke dalam ragam hias menjadi tuk yang susah dikenali bentuk aslinya atau bersifat abstrak.
if-motif geometris antara lain tumpal, meander, lereng, pilin, garis zig-zag, kawung, dan banji atay swastika. Mari kita bahas per satu mengenai motif-motif geometris.
- Motif tumpal memiliki bentuk dasar segitiga yang disusun cara berderet, biasanya diaplikasikan pada tepi kain batik atau [tepi objek lain.
- Motif lereng adalah motif yang berbentuk dasar garis-garis miring yang sejajar. Motif lereng memilki istilah lain yang disebut motif parang.
- Motif meander merupakan hiasan pinggir yang memiliki bentu Hasar garis berkelok-kelok atau berliku-liku.i header:
- Motif lereng adalah motif yang berbentuk dasar garis-garis miring yang sejajar. Motif lereng memiliki stilah lain yang disebut motif parang. Tambar ZA FOU as Tereng.
- Motif pilin merupakan aris lengkung spiral atau garis lengkung| kait. Bentuk motif spiral ini biasanya divisualisasikan seperti siput ir atau keorig
- Motif kawung merupakan motif yang disusun dari bentuk: entuk lingkaran yang saling berpotongan sejajar ke kiri. ke kanan.
[ ren karena apabila dilinat dengan saksama bentuk motifny.
|_menyerupai buah aren.
MGT bani memiliki bentuk dasar gans (ekuk yang bersiiangai
ip bentuk baling-baling. Istilah banji hanya dikenal di daerat
Pawa, sementara untuk daerah lain istilah banji disebut sebaga
bwastika
Motif flora
Motif flora merupakan jenis motif yang memanfaatian berbagai
bentuk tanaman yang sudah diubah menjadi bentuk dasar
tan motif. Unsur flora yang sering digunakan pada motif ini
lah bunga, pohon hayat, batang, daun, dan sulur-suluran. Motif
yang sering digunakan sebagai objek dasar adalah bunga
tai, mawar, sekar kenanga, sekar randu, sekar jeruk, dan truntum
if pohon hayat banyak dilumpai pada dinding-dinding cand,
Kain tenun, dan ukiran kayu. Nama lain pohon hayat adalah
keramat yang memiliki arti pemersatu dunia atas dan bawah,
ntara itu, motif batang, daun, dan sulur-suluran mempunyai
ngan yang tidak dapat terpisahkan karena ketiganya selalu
sinambungan menjadi satu kesatuan. Ketiga motif ini dapat
pada batik, ukiran kayu, dan guci.
Sumber: dojumen pers
3. Motif fauna
Motif fauna dengan berbagai macam jenis dan ragamnya
sangat banyak dan dapat dengan mudah dijumpai hampir di setiap
daerah ‘di Indonesia. Motif ini memanfaatkan berbagai macam
hewan yang sudah diubah menjadi bentuk dasar pembuatan motif
fauna. Motif fauna sering diterapkan pada peralatan, perkakas,
dan kain dengan medium berupa kain, kayu, emas, perak, dan
perunggu. Adapun objek hewan yang sering dipakai pada motif
ini adalah hewan air, unggas, hewan melata, hewan darat. dan
hewan imaiinatif
i] “Gambar ZV Ft Tas fauna Galan Sent GRir Kalimantan.
4. Motif manusia
Motif manusia menggunakan objek manusia yang sudah
dimodifikasi. Awal kemunculan ragam hias motif manusia ditemukan
: pada nekara yang bergambarkan manusia yang menunggangi kuda.
Adapun motif-motif manusia yang sering muncul pada ragam hias
antara lain terdapat di candi dan wayang
Sumber: doumen pens
SEiTRUpE
untuk SMP/MTs Kelas Vil
5. Motif benda alam
Motif benda alam mengambil inspirasi dari objek-objek yang
ada di alam kemudian dimodifikasi bentuknya. Motif-motif ini
antara lain air, api, gunung, awan, bulan, bintang, dan bebatuan.
Ragam Hias
Sama halnya dengan menggambar, mendesain ragam hias
juga merupakan perwujudan ide atau gagasan yang dituangkan
ke dalam media. Media merupakan peranti atau barang yang
digunakan dalam proses mendesain. Mari kita bahas hal tersebut.
1. Bahan A
Bahan merupakan medium berupa barang atau benda yang
digunakan dalam mendesain yang dalam proses penggunaannya
habis dalam sekali pakal. Beberapa bahan yang digunakan dalam
mendesain ragam has adalah cat air, pensil wana, tinta, lin batik,
dan pewarna tekstil. Bahan yang digunakan sebagai bidang untuk
mendesain ragam hias cukup bervariasi jenisnya, antara lain kertas,
kanvas, kain, perunggu, batu, dan kayu.
(a) (b)
Gambar 2.15 Beberapa bahan dalam menggambar ragam hias, yaitu lin batik (a)
= dan ewarna tekstil (bl. =
2. Mat ¢
Alat dalam mendesain ragam hias merupakan benda yang
dalam proses penggunaannya tidak habis dalam satu kali pakai.
Adapun alat-alat tersebut antara lain, kuas, mistar, jangka, pena
gambar, canting, pahat, chisel, dan palu pahat,
Sumber: doumen pee
fa)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.
Apa yang kamu ketahui tentang media untuk mendesain ragam hias?
Apa yang kamu ketahul tentang bahan untuk mendesain ragam hias?
Tuliskan tiga conto bahan yang digunakan untuk mendesain ragam hias.
Tuliskan tiga contoh alat yang digunakan untuk mendesain ragam hias.
@) Tugas Pendalaman 2.3
Setelah kamu mempelajari tentang media mendesain ragam hias, maka
kerjakaniah tugas berikut.
I. Bentukiah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang.
2. Amatilah tiga proses pembuatan ragam hias yang diaplikasikan pada
~ berbagai medium. Kamu bisa mengamati melalui pengamatan langsung,
foto, atau video tutorial.
3. Analisislah bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias
~ tersebut, kemudian presentasikan di depan kelas.
1
2
3. Apa yang kamu ketahui tentang alat untuk mendesain ragam hiss?
4
5.
o. Teknik Mendesain Ragam Hias
Teknik merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam,
buat desain ragam has. Langkah-langkah tersebut antara lain
nik mistar, teknik kontur, teknik gubahan atau modifikasi, teknik
intilis, teknik blok, dan teknik wana atau teknik sungging
1. Teknik mistar
Mendesain ragam hias dengan teknik mistar adalah menggambar
ragam hias dengan menggunakan alat bantu mistar, penggaris, dan
jangka. Penggunaan alat pengukur bersifat mutiak karena hasil
‘gambar harus benar-benar lurus, lengkung, dan merupakan bidang
yang beraturan. Misalnya menggambar segitiga, segi empat, segi
lima, segi enam, lingkaran, dan elips.
2. Teknik kontur
Desain yang dibuat menggunakan teknik kontur bersifat
kegarisan karena dapat memberikan gambaran desain ragam hias
yang jelas. Teknik kontur dapat dibuat dengan menggoreskan alat
gambar ke dalam bidang gambar secara tebal-tebal, tipis-tipis,
dan tebal-tipis. Goresan tebal-tebal dapat diciptakan dengan
menggunakan pena gambar dengan intensitas ketebalan tertentu.
Goresan tipis-tipis bisa didapatkan dengan menggunakan pensil
atau pena gambar dengan intensitas ketebalan yang tidak terlalu
tebal. Adapun goresan tebal-tipis dapat diaplikasikan menggunakan
cat air, pensil warna, atau menggunakan pena gambar dengan
intensitas ketebalan yang berbeda-beda.
3. Teknik gubahan atau modifikasi
Teknik gubahan atau modifikasi dalam mendesain ragam hias
antara lain stilasi, deformasi, dan distorsi. Mari kita bahas satu per
satu,
a. Stilasi
Stilasi merupakan teknik mengubah atau menggayakan bentuk
asli dari sebuah objek yang dapat dibuat ke dalam berbagai
macam bentuk baru. Ciri khas dari teknik ini adalah bentuk
asli objek masih terlihat
Q
asus! wo:
b. Deformasi
Deformasi adalah teknik mendesain ragam hias dengan
menyederhanakan bentuk, struktur, dan proporsi menjadi
sesuiatu yang baru. Kesan objek yang dihasilkan lebih sederhana,
dengan proporsi yang berbeda dari bentuk aslinya.
tig
Gambar 2.22 Gambar kupu-kupu yang telah dideformasi.
Sumber: stuttersioc com
Distorsi
Distorsi adalah teknik dalam mendesain ragam hias dengan
mengubah bentuk ali. Caranya dengan melebih-lebinkan
struktur, bentuk, dan proporsi sehingga terjadi perubahan yang
signifikan antara bentuk yang digambar dan bentuk aslinya.
4. Teknik pointilis
Teknik pointilis adalah teknik mendesain yang menggunakan
unsur titi sebagai bagian dari pembentukan objek desain. Alat
yang digunakan dalam teknik pointilis adalah pena gambar.
5." Teknik blok
Teknik blok dalam mendesain sama halnya dengan teknik
dalam menggambar. Teknik blok dilakukan dengan menggunakan
\bahan cat yang cukup kental sehingga dalam satu kali goresan
atau sapuan akan langsung menutup objek gambar yang hendak
| diberikan warna.
5 ;
“6. Teknik warna atau sungging
Teknik sungging merupakan teknik pewarnaan yang biasanya
digunakan dalam proses pewarnaan pada batik maupun wayang
Proses pengaplikasian teknik ini adalah dengan cara membuat
Warna-warna yang tersusun dari warna muda ke warna tua sehingga
dapat menghasilkan gradasi wana. Selain terjadinya gradasi warna,
teknik ini dilengkapi dengan kontur, titik-titik, dan arsir.
LL awabiah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan elas dan benar.
Apa yang kamu ketahui tentang teknik mendesain ragam hias?
Bagaimana cara menggunakan teknik mistar dalam mendesain ragam hias?
Bagsimana bentuk goresan yang ada pada teknik kontur?
Apa yang kamu ketahui tentang teknik stilasi, deformasi, dan distorsi pada
teknik modifikasi?
5. Bageimana karakteristik teknik warna atau sungging?
EE
Tugas Pendalaman 2.4
—
Setelah kamu mempelajari tentang teknik-teknik mendesain ragam hias,
kerjakanlah tugas berikut.
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 2-3 orang.
L amatiiah gambar berikut.
3. Analisislah teknik yang digunakan dalam erya tersebut, kemudian tulis
dalam Kolom berikut.
iL Langkah-Langkah Mendesain Ragam Hias
Sebelum membuat desain ragam hias, diperlukan pengamatan
terhadap objek yang akan dibuat menjadi motif hias. Objek ini
sangatlah beraneka ragam, misalnya geometris, manusia, flora,
una, dan benda alam. Untuk dapat mendesain ragam hias,
pastinya kita perlu mengetahui langkah-langkahnya. Mari kita
bahas satu per satu mengenai langkah-langkah tersebut.
1. Menyiapkan bahan dan alat
Bahan dan alat yang akan dipergunakan perlu dipersiapkan
| terlebih dahulu. Misalnya, kertas gambar sebagai bidang gambarnya,
‘bahan pewarnanya (cat air), dan alatnya (mistar, kuas cat air, dan
palet cat air).
2. Menentukan tema atau jenis ragam hias
Tema atau jenis ragam hias yang akan digambar perlu ditentukan
terlebih dahulu. Apakah geometris, manusia, fauna, flora, atau
benda alam. Dapat juga kombinasi dari beberapa motif ragam
hias yang dipadukan menjadi satu kesatuan.
3. Menentukan teknik mendesain
Teknik menggambar yang akan digunakan dalam mendesain
ragam hias perlu dipilin. Apakah memilin teknik mistar, kontur,
gubahan atau modifikasi, blok, atau teknik warna atau teknik
sungging.
4. Membuat sketsa ragam hias
Ragam hias yang dikehendaki dibuat sketsanya terlebih dahulu
dengan menggunakan pensil gambar pada bidang gambar. Jika
sketsa belum sesuai keinginan, maka dapat diperbaiki dengan
menggunakan pensil gambar.
5. Mewarnai desain ragam hias
Jika sketsa ragam hias dianggap sudah sesuai dengan keinginan,
langkah selanjutnya adalah mewarnai dengan pewarna yang telah
dipilin. Mulailah pewarnaan dari warna muda, kemudian diakhiri
warna yang paling tua.
6. Tahap penyelesaian akhir
Proses akhir dalam mendesain ragam hias adalah melihat
keseluruhan gambar dengan cermat. Jika ditemukan bagian
‘gambar ragam hias yang belum sempurna, sempurnakaniah gambar
tersebut dengan mewarnai atau menghapus bagian yang tidak
diperlukan. Penyelesaian akhir adalah penyempurnaan gambar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar