Kamis, 21 September 2023

BAB 2 MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA KELAS 7 judul Mendesain Ragam Hias

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat:

1. Menganalisis konsep desain ragam

2. Mendesain pola ragam hias dengan yang tepat dalam mendesain ragam hias.

mengaplikasikan bahan dan alat dalam mendesain ragam hias.

3. Mengekspresikan gagasan pola ragam hias dan jenis-jenis ragam hias.
hiss dengan teknik dan langkah-langkah

Profit Pelajar Pancasila

1. Berkebinekaan global: mengenal dan menghargai budaya. 

2. Bergotong royong: kolaborasi, kepeduiian, dan berbagi.

3. Bernalar kritis: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan serta menganalisis dan mengevaiuasi penalaran.

4. Kreatif: menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Kata Kunci

Desain, ragam hias, bahan, alat, teknik, dan prosedur.



Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam suku bangsa, daerah, agama, adat istiadat, dan kebudayaan. Hat ini telah mewariskan beragam karya seni secara turun-temurun. Hasil karya seni yang telah div,iariskan secara turun-temurun ini tersebar di seluruh pelosok daerah di Indonesia. Hingga saat ini, warisan tersebut masih lestari dan dapat kita nikmati keindahannya.

Salah satu warisan budaya bangsa Indonesia adalah ragam hias atau disebut juga ornamen. Ragam hias sebagai salah satu warisan budaya bangsa Indonesia akan tetap bertahan, lestari, dan keindahannya tidak akan lekang oleh waktu. Ragam hias memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan manusia, khususnya untuk memenuhi kebutuhan akan keindahan. Dalam kriya tekstil misalnya, kita dapat menikmati ragam hias pada batik dan tenun seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Dalam kriya kayu dan logam, keindahan ragam hias dapat diterapkan pada peralatan rumah tangga, seperti lemari, kursi, meja, dan tempat tidur.

Selanjutnya apabila diteliti lebih mendalam, ragam hias menjadi lebih luas manfaatnya. Hat ini karena ragam hias pada suatu benda akan menambah nitai benda tersebut. Misalnya, meja atau kursi dengan hiasan ukir akan memiliki nilai keindahan yang lebih dibandingkan dengan meja atau kursi yang polos tanpa ragam hias.

Bagaimanakah sejarah dan konsep serta jenis-jenis ragam hias? Mari kita pelajari materi berikut.

A. Sejarah dan Konsep Ragam Has

Perkembangan ragam hias di Indonesia dilatarbelakangi oleh pewarisan dari generasi ke generasi yang selaras dengan kemajuan dan pertumbuhan kebudayaan Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia diperkirakan berasal dari Yunan, daratan Tiongkok bagian selatan. Mereka datang dalam dua gelombang yang diperkirakan terjadi sekitar 2000 SM dan 500 SM. Sebagian di antaranya telah membaur dan menetap cukup lama di Indonesia.

Nenek moyang bangsa Indonesia telah membuat karya seni pada zaman kebudayaan batu muda atau masa Neolitikum. Karya seni yang berkembang pada zaman ini berupa karya seni yang digunakan sebagai perantara magis, misalnya kapak lonjong, kapak persegi, dan tembikar. Pada zaman batu besar atau Megalitikum, karya seni rupa yang dihasilkan berupa dolmen, punden berundak, menhir, sarkofagus, dan artefak-artefak lain. Kemudian pada tahun 700 SM atau masa perunggu, mulai muncul ragam hias yang dituangkan pada karya-karya seni, seperti tembikar berbentuk mangkuk dan belanga, moko, nekara, dan kapak perunggu. Jenis ragam hias yang dituangkan pada karya-karya tersebut masih sangat sederhana, misalnya ragam hias meander, berbagai macam garis, tumpal, lingkaran, dan spiral.

Ragam hias atau disebut juga sebagai ornamen (berasal dari kata ornare yang berarti 'menghiasi') dibuat untuk menghiasi sebuah benda. Tujuannya agar benda tersebut memiliki nilai keindahan dan nilai jual. Ragam hias juga dapat digunakan sebagai identitas atau ciri khas dari suatu daerah. Umumnya, ragam hias khas suatu daerah digunakan sebagai pengisi kekosongan dan memitiki fungsi simbolis.

Keberadaan ragam hias sebagai identitas atau ciri khas daerah dapat dilihat dari nilai atau fungsi simbolis ragam hias tersebut. Contohnya, motif sidomukti yang dapat ditemukan pada kain batik yang tersebar di Jawa Tengah. Motif tersebut biasanya digunakan sebagai kain dalam upacara pernikahan. Hal itu karena motif tersebut memiliki arti harapan agar keinginan dapat tercapai.

Ragam hias disusun dari kumpulan-kumpulan pola hias, sedangkan pola hias disusun dari sekumpulan motif hias. Motif hias merupakan unsur atau bentuk dasar yang digunakan sebagai pedoman dalam merancang ragam hias. Pola hias adalah pola yang disusun dan dipadupadankan sedemikian rupa sehingga

menghasilkan ragam hias. Jadi, ragam hias adalah susunan dari pola hias yang menggunakan motif hias sebagai bentuk dasarnya yang disusun dengan kaidah-kaidah sehingga menghasilkan gambar yang indah dan bermakna.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Bagaimanakah sejarah perkembangan ragam hias di Indonesia? 

2. Tuliskan tiga contoh karya seni rupa pada masa sejarah. 

3. Apa yang kamu ketahui tentang ragam hias? 

4. Bagaimanakah proses ragam hias terbentuk? 

5. Apa yang kamu ketahui tentang pola dan motif hias?

Setelah kamu mempelajari sejarah dan konsep ragam hias, kerjakanlah tugas berikut.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.

2. Carilah gambar karya seni yang memiliki ragam hias dari masa sejarah atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia, kemudian:

a. Analisislah jenis karya seni yang memiliki ragam hias dari masa sejarah atau ragam hias daerah-daerah di Indonesia tersebut.

b. Deskripsikan tentang jenis dan ciri khas yang ada pada ragam hias tersebut, kemudian presentasikan di depan kelas.

B. Jenis-Jenis Raga Hias

Ada berbagai macam bentuk dasar yang digunakan sebagai kaidah dalam merancang ragam hias. Motif dalam ragam hias dapat dikelompokkan menjadi lima, antara lain motif geometris, motif flora, motif fauna, motif manusia, dan motif benda alam. Mari kita bahas satu per satu mengenai motif dalam ragam hias.

1. Motif geometris

Motif geometris merupakan motif yang menggunakan gabungan dari unsur-unsur rupa. Unsur-unsur rupa yang sering ditemukan pada ragam hias adalah unsur titik, garis, dan bidang yang umumnya ketika diaplikasikan ke dalam ragam hias menjadi bentuk yang susah dikenali bentuk aslinya atau bersifat abstrak. Motif-motif geometris antara lain tumpal, meander, lereng, pilin, garis zig-zag, kawung, dan banji atau swastika. Mari kita bahas satu per satu mengenai motif-motif geometris.

Motif tumpal memiliki bentuk dasar segitiga yang disusun secara berderet, biasanya diaplikasikan pada tepi kain batik atau tepi objek lain.

Motif meander merupakan hiasan pinggir yang memiliki bentuk dasar garis berkelok-kelok atau berliku-liku.

Motif lereng adalah motif yang berbentuk dasar garis-garis miring yang sejajar. Motif lereng memiliki istilah lain yang disebut motif parang.

Motif pilin merupakan garis lengkung spiral atau garis lengkung kait. Bentuk motif spiral ini biasanya divisualisasikan seperti siput air atau keong.

Motif garis zig-zag sering diaplikasikan secara vertikal atau horizontal. Seperti namanya, motif ini memiliki bentuk dasar garis zig-zag yang digayakan.

Motif kawung merupakan motif yang disusun dari bentukbentuk lingkaran yang sating berpotongan sejajar ke kiri, ke kanan,

ke atas, aren kE menyer

Mot mirip bE Jawa, so swastika  ke atas, atau ke bawah. Motif kawung disebut juga motif buah aren karena apabila dilihat dengan saksama bentuk motifnya menyerupai buah aren.

Motif banjo memiliki bentuk dasar garis tekuk yang bersilangan mirip bentuk baling-baling. Istilah banji hanya dikenal di daerah Jawa, sementara untuk daerah lain istilah banji disebut sebagai swastika.

2. Motif flora

Motif flora merupakan jenis motif yang memanfaatkan berbagai macam bentuk tanaman yang sudah diubah menjadi bentuk dasar pembuatan motif. Unsur flora yang sering digunakan pada motif ini adalah bunga, pohon hayat, batang, daun, dan sulur-suluran. Motif bunga yang sering digunakan sebagai objek dasar adalah bunga teratai, mawar, sekar kenanga, sekar randu, sekar jeruk, dan truntum.

Motif pohon hayat banyak dijumpai pada dinding-dinding candi, batik, kain tenun, dan ukiran kayu. Nama lain pohon hayat adalah pohon keramat yang memiliki arti pemersatu dunia atas dan bawah. Sementara itu, motif batang, daun, dan sulur-suluran mempunyai hubungan yang tidak dapat terpisahkan karena ketiganya selalu berkesinambungan menjadi satu kesatuan. Ketiga motif ini dapat dilihat pada batik, ukiran kayu, dan guci.

3. Motif fauna

Motif fauna dengan berbagai macam jenis dan ragamnya sangat banyak dan dapat dengan mudah dijumpai hampir di setiap daerah di Indonesia. Motif ini memanfaatkan berbagai macam hewan yang sudah diubah menjadi bentuk dasar pembuatan motif fauna. Motif fauna sering diterapkan pada peralatan, perkakas, dan kain dengan medium berupa kain, kayu, emas, perak, dan perunggu. Adapun objek hewan yang sering dipakai pada motif ini adalah hewan air, unggas, hewan melata, hewan darat, dan hewan imajinatif.

4. Motif manusia

Motif manusia menggunakan objek manusia yang sudah dimodifikasi. Awal kemuncutan ragam hias motif manusia ditemukan pada nekara yang bergambarkan manusia yang menunggangi kuda. Adapun motif-motif manusia yang sering muncul pada ragam hias antara lain terdapat di candi dan wayang.

5. Motif benda alam

Motif benda alam mengambit inspirasi dari objek-objek yang ada di alam kemudian dimodifikasi bentuknya. Motif-motif ini antara lain air, api, gunung, awan, bulan, bintang, dan bebatuan.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar. 

1. Apa yang kamu ketahui tentang jenis-jenis ragam hias? 

2. Apa saja motif pada ragam hias? 

3. Bagaimana motif geometris terbentuk? 

4. Apa yang kamu ketahui tentang motif flora clan fauna? 

5. Apa saja motif benda alam?

Setelah kamu mempelajari jenis-jenis ragam hias, kerjakanlah tugas berikut. 

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. 

2. Carilah gambar ragam hias dari berbagai daerah di Indonesia, kemudian:

a. Analisislah jenis motif yang ada pada ragam hias tersebut.

b. Deskripsikan hasil analisis jenis motif yang ada pada ragam hias tersebut, kemudian presentasikan di depan kelas.

C. Bahan dan Alat Mendesain Ragam Hias

Sama halnya dengan menggambar, mendesain ragam hias juga merupakan perwujudan ide atau gagasan yang dituangkan ke dalam media. Media merupakan peranti atau barang yang digunakan dalam proses mendesain. Mari kita bahas hat tersebut.

1. Bahan

Bahan merupakan medium berupa barang atau benda yang digunakan dalam mendesain yang dalam proses penggunaannya habis dalam sekali pakai. Beberapa bahan yang digunakan dalam mendesain ragam hias adalah cat air, pensil warna, tinta, lilin batik, dan pewarna tekstil. Bahan yang digunakan sebagai bidang untuk mendesain ragam hias cukup bervariasi jenisnya, antara lain kertas, kanvas, kain, perunggu, batu, dan kayu.

2. Alat

Alat dalam mendesain ragam hias merupakan benda yang dalam proses penggunaannya tidak habis dalam satu kali pakai. Adapun alat-alat tersebut antara lain, kuas, mistar, jangka, pena gambar, canting, pahat, chisel, dan palu pahat.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Apa yang kamu ketahui tentang media untuk mendesain ragam hias? 

2. Apa yang kamu ketahui tentang bahan untuk mendesain ragam hias? 

3. Apa yang kamu ketahui tentang alat untuk mendesain ragam hias?

4. Tuliskan tiga contoh bahan yang digunakan untuk mendesain ragam hias. 

5. Tuliskan tiga contoh alat yang digunakan untuk mendesain ragam hias.

Setelah kamu mempelajari tentang media mendesain ragam hias, maka kerjakanlah tugas berikut.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang.

2. Amatilah tiga proses pembuatan ragam hias yang diaplikasikan pada berbagai medium. Kamu bisa mengamati melalui pengamatan langsung, foto, atau video tutorial.

3. Analisislah bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan ragam hias tersebut, kemudian presentasikan di depan kelas.

D. Teknik Mendesain Ragam Hias

Teknik merupakan langkah-langkah yang digunakan dalam. membuat desain ragam hias. Langkah-langkah tersebut antara lain teknik mistar, teknik kontur, teknik gubahan atau modifikasi, teknik pointilis, teknik blok, dan teknik warna atau teknik sungging.

1. Teknik mistar

Mendesain ragam hias dengan teknik mistar adalah menggambar ragam hias dengan menggunakan atat bantu mistar, penggaris, dan jangka. Penggunaan alat pengukur bersifat mutlak karena hasil gambar harus benar-benar lurus, lengkung, dan merupakan bidang yang beraturan. Misalnya menggambar segitiga, segi empat, segi lima, segi enam, lingkaran, dan elips.

2. Teknik kontur

Desain yang dibuat menggunakan teknik kontur bersifat kegarisan karena dapat memberikan gambaran desain ragam hias yang jelas. Teknik kontur dapat dibuat dengan menggoreskan alat gambar ke dalam bidang gambar secara tebal-tebal, tipis-tipis, dan tebal-tipis. Goresan tebal-tebal dapat diciptakan dengan menggunakan pena gambar dengan intensitas ketebalan tertentu. Goresan tipis-tipis bisa didapatkan dengan menggunakan pensil atau pena gambar dengan intensitas ketebalan yang tidak terlalu tebal. Adapun goresan tebal-tipis dapat diaplikasikan menggunakan cat air, pensil warna, atau menggunakan pena gambar dengan intensitas ketebalan yang berbeda-beda.

3. Teknik gubahan atau modifikasi

Teknik gubahan atau modifikasi dalam mendesain ragam hias antara lain stilasi, deformasi, dan distorsi. Mari kita bahas satu per satu.

a. Stilasi

Stilasi merupakan teknik mengubah atau menggayakan bentuk asli dari sebuah objek yang dapat dibuat ke dalam berbagai macam bentuk baru. Ciri khas dari teknik ini adalah bentuk asli objek masih terlihat.

b. Deformasi

Deformasi adalah teknik mendesain ragam hias dengan menyederhanakan bentuk, struktur, dan proporsi menjadi sesuatu yang baru. Kesan objek yang dihasilkan lebih sederhana, dengan proporsi yang berbeda dari bentuk aslinya.

c. Distorsi

Distorsi adalah teknik dalam mendesain ragam hias dengan mengubah bentuk asli. Caranya dengan melebih-lebihkan struktur, bentuk, dan proporsi sehingga terjadi perubahan yang signifikan antara bentuk yang digambar dan bentuk aslinya.

4. Teknik pointitis

Teknik pointilis adalah teknik mendesain yang menggunakan unsur titik sebagai bagian dari pembentukan objek desain. Mat yang digunakan dalam teknik pointilis adalah pena gambar.

5. Teknik blok

Teknik blok dalam mendesain sama halnya dengan teknik dalam menggambar. Teknik blok dilakukan dengan menggunakan bahan cat yang cukup kental sehingga dalam satu kali goresan atau sapuan akan langsung menutup objek gambar yang hendak diberikan warna.

6. Teknik warna atau sungging

Teknik sungging merupakan teknik pewarnaan yang biasanya digunakan dalam proses pewarnaan pada batik maupun wayang. Proses pengaplikasian teknik ini adalah dengan cara membuat warna-warna yang tersusun dari warna muda ke warna tua sehingga dapat menghasilkan gradasi warna. Selain terjadinya gradasi warna, teknik ini dilengkapi dengan kontur, titik-titik, dan arsir.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Apa yang kamu ketahui tentang teknik mendesain ragam hias?

2. Bagaimana cara menggunakan teknik mistar dalam mendesain ragam hias? 

3. Bagaimana bentuk goresan yang ada pada teknik kontur?

4. Apa yang kamu ketahui tentang teknik stilasi, deformasi, dan distorsi pada teknik modifikasi?

5. Bagaimana karakteristik teknik warna atau sungging?

Setelah kamu mempelajari tentang teknik-teknik mendesain ragam hias, kerjakanlah tugas berikut.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 2-3 orang.

2.  Analisislah teknik yang digunakan dalam karya tersebut, kemudian tulis dalam kolom berikut.

Teknik


Mistar Kontur Modifikasi Pointilis Blok Warna

Sebelum membuat desain ragam hias, diperlukan pengamatan terhadap objek yang akan dibuat menjadi motif hias. Objek ini sangatlah beraneka ragam, misalnya geometris, manusia, flora, fauna, dan benda alam. Untuk dapat mendesain ragam hias, pastinya kita perlu mengetahui langkah-langkahnya. Mari kita bahas satu per satu mengenai langkah-langkah tersebut.

1. Menyiapkan bahan dan alat

Bahan dan alat yang akan dipergunakan perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Misalnya, kertas gambar sebagai bidang gambarnya, bahan pewarnanya (cat air), dan alatnya (mistar, kuas cat air, dan palet cat air).

2. Menentukan tema atau jenis ragam hias

Tema atau jenis ragam hias yang akan digambar perlu ditentukan terlebih dahulu. Apakah geometris, manusia, fauna, flora, atau benda alam. Dapat juga kombinasi dari beberapa motif ragam hias yang dipadukan menjadi satu kesatuan.

3. Menentukan teknik mendesain

Teknik menggambar yang akan digunakan dalam mendesain ragam hias perlu dipilih. Apakah memilih teknik mistar, kontur, gubahan atau modifikasi, blok, atau teknik warna atau teknik sungging.

4. Membuat sketsa ragam Has

Ragam hias yang dikehendaki dibuat sketsanya terlebih dahulu dengan menggunakan pensil gambar pada bidang gambar. Jika sketsa belum sesuai keinginan, maka dapat diperbaiki dengan menggunakan pensil gambar.

5. Mewarnai desain ragam hias

Jika sketsa ragam hias dianggap sudah sesuai dengan keinginan, langkah selanjutnya adalah mewarnai dengan pewarna yang telah dipilih. Mulailah pewarnaan dari warna muda, kemudian diakhiri warna yang paling tua.

6. Tahap penyetesaian akhir

Proses akhir dalam mendesain ragam hias adalah melihat keseluruhan gambar dengan cermat. Jika ditemukan bagian gambar ragam hias yang belum sempurna, sempurnakanlah gambar tersebut dengan mewarnai atau menghapus bagian yang tidak diperlukan. Penyelesaian akhir adalah penyempurnaan gambar ragam hias yang dibuat.

1. Carilah video atau gambar dan deskripsinya tentang langkah-langkah mendesain ragam hias.

2. Buatlah desain motif hias bidang beraturan segitiga, segi lima, atau segi enam.

3. Buatlah desain motif hias daun, bunga, atau binatang. 

4.     Buatlah desain motif hias tepi. 

5.     Buatlah desain motif hias benda alam.

1. Desain disebut juga rancangan atau gambar yang akan dibuat.

2. Motif hias merupakan pokok pikiran clan bentuk dasar dalam perwujudan ragam hias yang meliputi segala bentuk alami ciptaan Tuhan, seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya.

3. Pola hias merupakan pola yang disusun dan dipadupadankan sedemikian rupa sehingga menghasilkan ragam hias.

4. Ragam hias adalah susunan pola hias yang menggunakan motif hias dengan kaidah-kaidah tertentu pada suatu bidang atau ruang sehingga menghasilkan gambar atau bentuk yang indah dan bermakna.

5. Motif dalam ragam hias dapat dikelompokkan menjadi lima jenis, yaitu motif geometris, motif manusia, motif fauna atau binatang, motif flora atau tumbuhan, dan motif benda alam.

6. Motif geometris mencakup tumpal, meander, lereng, pilin, garis zig-zag, kawung, dan banji atau swastika.

7. Motif benda alam mencakup air, api, gunung, awan, bulan, bintang, dan bebatuan.

8. Media merupakan bahan; alat, dan teknik yang digunakan dalam mengerjakan suatu produk.

9. Bahan merupakan material yang digunakan untuk membuat suatu produk, sedangkan alat merupakan perkakas yang digunakan untuk membuat suatu produk.

10. Alat yang dapat digunakan untuk mendesain ragam hias antara lain mistar, jangka, kuas, palet, cat air, dan lilin batik.

11. Teknik merupakan cara yang digunakan dalam membuat suatu produk.

12. Mendesain ragam hias dapat dilakukan dengan beberapa teknik, antara lain teknik mistar, teknik kontur, teknik gubahan atau modifikasi, teknik pointilis, teknik blok, dan teknik warna atau sungging.

13. Langkah-langkah mendesain ragam hias terdiri dari 

(1) menyiapkan bahan dan alat; 

(2) menentukan tema ragam hias; 

(3) menentukan teknik mendesain; 

(4) membuat sketsa ragam hias; 

(5) mewarnai desain ragam hias; dan 

(6) tahap penyelesaian akhir

A. Pilihan Ganda

1. satu jawaban yang tepat.

1. Nenek moyang bangsa Indonesia diperkirakan telah membuat karya seni sejak zaman . 

A. Neolitikum

B. Paleolitikum 

C. Mesolitikum 

D. Megalitikum

2. Perhatikan benda-benda berikut. 

1) Kapak lonjong 

2) Kapak persegi 

3) Tembikar

4) Perhiasan

5) Arca batu

Karya-karya seni yang dihasilkan nenek moyang pada zaman batu muda ditunjukkan nomor . .

A. 1), 2), d a n 3) 

B. 1), 3), clan 4) 

C. 2), 4), d a n 5) 

D. 3), 4), d a n 5)

3. Pada zaman batu muda, nenek moyang bangsa Indonesia menghasilkan karya seni untuk kepentingan ....

A. hiburan

B. perantara magis 

C. alat pembayaran 

D. pesta pernikahan

seni seperti tembikar berbentuk mangkuk clan belanga, moko, nekara, clan kapak perunggu. Jenis ragam hias yang dituangkan pada karya-karya tersebut masih sangat sederhana, misalnya ragam hias meander, berbagai macam garis, tumpal, lingkaran, clan spiral.

D

Berdasarkan teks tersebut, berikut ini yang merupakan karya seni yang dihasilkan pada masa perunggu adalah ....

5. Ragam hias atau disebutjuga sebagai ornamen, berasal dari kata ornare yang memiliki arti .... 

A. mendekor

B. menghiasi

C. menggambar 

D. memperindah

6. Umumnya, ragam hias khas suatu daerah memiliki fungsi simbolis. Misalnya, motif sidomukti yang dapat ditemukan pada kain batik yang tersebar di Jawa Tengah. Motif tersebut biasanya digunakan untuk

A. upacara kematian 

B. upacara kelahiran

C. upacara pernikahan 

D. tarian penyambutan

7. Motif geometris merupakan motif dengan menggunakan gabungan dari unsur-unsur rupa, seperti unsur titik, garis, clan bidang. 

Motifmotif geometris antara lain tumpal, meander, lereng, pilin, garis zig-zag, kawung, clan banji atau swastika. Berikut ini yang tidak termasuk contoh motif geometris pada batik adalah ...

8. Perhatikan motif berikut.

I~ T.~..~T.~..~,T..T..~T..L TA

IL~T.,

Motif ini disusun dari bentuk-bentuk lingkaran yang saling berpotongan sejajar ke kiri, ke kanan, ke atas, atau ke bawah. Motif hias ini disebut motif

A. kawung

C. parang

B. tumpal

D. banji

Batik pada gambar tersebut menggunakan motif hias ....

A. flora

B. fauna

C. geometris

D. benda alam

Mendesain ragam hias merupakan perwujudan ide atau gagasan yang dituangkan ke dalam media. Berikut ini yang bukan bahan yang digunakan sebagai media ragam hias adalah .... 

A. perunggu

B. kayu 

C. batu

D. air

11. Bahan merupakan medium berupa barang atau benda yang digunakan untuk mendesain yang

dalam proses penggunaannya habis dalam sekali pakai". Maksud dari kalimat tersebut adalah ...

A. Bahan yang telah digambar dengan ragam hias tidak dapat dijadikan sebagai media menggambar hias lagi.

B. Menggunakan bahan secara berturut-turut tidak akan menghasilkan karya seni yang indah.

C. Menggambar ragam hias hanya dapat dilakukan di atas benda tertentu.

D. Bahan adalah unsur penting dalam menggambar ragam hias.


A. penggaris

C. mistar C.

B. jangka

D. jarum

14. Stilasi merupakan teknik mengubah

atau menggayakan bentuk asli dari sebuah objek yang dapat dibuat ke dalam berbagai macam bentuk baru. Ciri khas dari teknik ini adalah bentuk asli objek masih terlihat. Berikut ini yang bukan merupakan contoh teknik p. 

stilasi adalah ....

Stimulus 1

Apa yang dimaksud dengan Ragam Hias Geometris?

Secara etimologi, ragam hias berasal dari bahasa Yunani, yaitu ornare yang artinya hiasan atau menghiasi. Sementara secara bahasa, ragam hias dapat diartikan sebagai hiasan berupa pola berulang yang biasanya dibuat pada suatu karya seni.

Mengutip Buku Siswa Seni Budaya untuk SMP/MTs Kelas VII oleh Sri Sudaryati can Boiman(2021: 39), seni ragam hias dibuat dengan tujuan mengisi kekosongan permukaan dari suatu karya seni. Selain mengisi kekosongan permukaan, komponen seni yang satu ini dibuat dengan tujuan memperindah hasil karya seni. Ragam hias juga dikenal sebagai ornamen.

Sementara itu, ragam hias geometris adalah ragam hias yang dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif. Ragam ini mengandung berbagai unsur garis, sudut, bidang, clan ruang.

Garis-garis yang dibuat bisa dalam bentuk garis lurus, melengkung, spiral, atau zig-zag. Ada pula dalam bentuk bidang seperti lingkaran, persegi, persegi panjang, segitiga, dan juga layang-layang. Garis clan bidang tersebut dapat dikombinasikan untuk menghasilkan suatu ragam hias geometris yang indah.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/ragam-hias-geometris-pengertian-ciri-dancontohnya- luoMYuDK6Hm/

2, dengan penyesuaian, diakses pada 24 Januari 2023.

Soal 1:

Berdasarkan stimulus 

1, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? 

Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.

Ragam hias berasal dari bahasa Yunani, yaitu ornare yang artinya hiasan atau menghiasi.

Ragam hias geometris adalah ragam hias yang dibuat dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris ke dalam satu motif.

Ragam geometris mengandung berbagai unsur garis, sudut, bidang, dan ruang.

Ragam hias geometris adalah ragam hias yang dibuat dengan unsur gambar abstrak. .

Soal 2:

Berdasarkan stimulus 1, 

apa saja garis-garis yang biasa digunakan dalam motif geometris?

Stimulus 2

Contoh Motif Hias

Seperti yang diketahui, Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang tersebar di penjuru negeri. Salah satunya terwujud dalam motif hias Nusantara. Ragam hias di Indonesia bermacam-macam jenisnya dan dapat ditemui pada batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, kain bordir, dan berbagai jenis kerajinan lainnya. Masing-masing ragam hias tersebut memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri.

Umumnya, penciptaan motif ragam hias Nusantara diilhami oleh kekayaan sumber daya alam berupa flora clan fauna di daerah masing-masing. Lebih dari itu, ragam hias difungsikan atas dasar kebutuhan yang bersifat praktis maupun bersifat spiritual. Tak jarang pula penciptaan ragam hias memuat nilai-nilai kultural di masyarakat.

Lalu, apa saja motif ragam hias Nusantara? Dihimpun dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, clan Teknologi, beberapa contoh motif ragam hias adalah:

Motif ragam hias burung cendrawasih.

Motif ragam hias gajah.

Motif ragam hias Abyor Hokokai.

Motif kembang munduk.

Motif ceplok grompol.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-dan jenis jenis-motif-raqam

hias-dalam-senirupa- 

1vCW5CaVK38/

3, dengan penyesuaian, diakses pada 24 Januari 2023..

Soal 3:

Berdasarkan stimulus 2, pasangkan dengan menarik garis antara pernyataan di kolom sebelah kiri clan jawaban yang sesuai di kolom sebelah kanan.

12. Alat dalam mendesain ragam hias

merupakan benda yang dalam proses

penggunaannya tidak habis dalam

satu kali pakai. Berdasarkan hal

tersebut, berikut ini yang tidak termasuk alat dalam mendesain adalah ....

A. cat minyak

C. kayu

B. pallete

D. kuas

Mendesain ragam hias dengan teknik mistaradalah menggambarragam hias dengan menggunakan alat pengukur sebagai alat bantu. Penggunaan alat pengukur bersifat mutlak karena hasil gambar harus benar-benar lurus, lengkung, dan merupakan bidang yang beraturan. Misalnya menggambar segitiga, segi empat, segi Ii~ma, segi enam, lingkaran, dan elips. Berikut ini yang tidak termasuk alat bantu dalam teknik mistar adalah

Apa contoh motif ragam hias Nusantara? 

Di mana motif ragam hias dapat dijumpai?

Apa yang terkandung dalam ragam hias Nusantara?

Apa yang mengilhami motif ragam hias

Nusantara?

A. Kain batik

B. Kembang munduk

C. Kekayaan sumber daya alam Nusantara

D. Nilai-nilai kultural

E. Doa

Soal 4:

Berdasarkan stimulus 

2, pilihlah satu jawaban yang benar.

Indonesia memiliki kekayaan seni dan budaya yang tersebar di penjuru negeri. Salah satunya terwujud dalam motif hias Nusantara. Ragam hias Indonesia yang bermacammacam jenisnya dapat ditemukan pada ....

A. ukiran

B. kertas

C. kayu

D. batu

Soal 5:

Berdasarkan stimulus 

2, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? 

Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.

Ragam hias di Indonesia dapat ditemui pada batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, kain bordir, clan berbagai jenis kerajinan lainnya.

Umumnya, penciptaan motif ragam hias Nusantara diilhami oleh kekayaan sumber daya alam berupa flora dan fauna.

Ragam hias Nusantara hanya memiliki fungsi dekoratif.

Ragam hias Nusantara diilhami dari kisah-kisah epos Mahabarata

Judul Tujuan

: Mengenal Kekayaan Ragam Hias Indonesia dalam Batik

: Peserta didik dapat mengenal ragam hias Nusantara terutama pada batik, mengetahui makna atau nilai yang terkandung dalam ragam hias ; tersebut, serta menganalisis motif-motif dalam ragam hias Nusantara. ;

Deskripsi:

Ragam hias Nusantara tidak lahir begitu saja. Motif ragam hias Nusantara diilhami oleh kekayaan sumber daya alam, seperti flora clan fauna di daerah masing-masing. Keberadaan ragam hias sebagai identitas atau ciri khas daerah dapat dilihat dari nilai atau fungsi simbolis ragam hias tersebut. Pada proyek ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali ragam hias Nusantara, mengetahui makna clan nilai yang terkandung dalam ragam hias, serta mampu menganalisis motif-motif dalam ragam hias Nusantara. Peserta didik akan membuat hasil akhir dalam bentuk laporan, video, atau media lain yang memungkinkan.

Petunjuk:

1. Tugas ini bersifat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.

2. Tugas ini berkaitan dengan mata pelajaran lain, seperti informatika clan bahasa Indonesia.

3. Waktu mengerjakan tugas ± 2 minggu.

Kunjungilah museum batik pada laman https://museumbatik.kemdikbud.go.id/ collection/. Kalianjuga bisa mengunjunginya secara langsung apabila memungkinkan. Kalian dapat mengunjungi situs web sejenis atau museum sejenis yang ada di wilayah tempat tinggal kalian. Atau kalian dapat juga mengamati koleksi batik milik keluarga kalian.

Amatilah setiap koleksi yang ada pada galeri tersebut, kemudian pilih salah satu koleksi yang paling menarik.

Kemukakanlah beberapa pertanyaan, misalnya:

1. Kapan motif ragam hias pada batik (yang dipilih) itu muncul? 

2. Apa makna dari ragam hias pada batik (yang dipilih)?

Dengan merumuskan masalah, diharapkan dapat menumbuhkan sikap bernalar kritis dan berkebinekaan global dalam diri kalian.

Untuk memudahkan pengerjaan, kalian dapat mencari informasi tambahan mengenai ragam hias pada batik yang kalian pilih melalui sumber-sumber yang terpercaya.

1. Susunlah kegiatan apa saja yang perlu dilakukan.

2. Mintalah saran dan petunjuk guru. Jika sudah disetujui guru, silakan lanjut ke langkah berikutnya.

Amatilah salah satu batik dengan motif ragam hias yang paling menarik bagi kelompok kalian.

2. Pelajarilah deskripsi dari koleksi yang kalian pilih.

3.    Carilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tertera di bagian rumusan masalah.

Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan kalian dapat menumbuhkan sikap gotong royong dalam diri kalian.

1. Sajikan hasil kegiatan yang telah kalian lakukan dalam bentuk tulisan, infografis, video, atau media lain yang memungkinkan.

2. Kalian dapat meminta bantuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia agar tulisan kalian sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

3. Kalian juga dapat meminta bantuan guru informatika dalam pembuatan hasil kegiatan dalam bentuk digital, seperti PowerPoint, video, dan siniar atau podcast. 

4. Kumpulkan hasil kegiatan yang telah dibuat sesuai waktu yang telah ditentukan. 

5. Pamerkanlah karya kalian di mading sekolah atau unggahlah di media sosial

kalian. Mintalah teman-teman kalian untuk memberikan tanggapan.

1. Isilah kolom berikut ini dengan jujur.

2. Berilah tanda (r) pada kolom yang sesuai.

Ya : apabila pernyataan sesuai dengan pemahaman kamu.

3. Tidak : apabila belum sesuai dengan pemahaman kamu.

  Hitunglah jumlah jawaban yang kalian pilih, kemudian lingkari pada kriteria baik, cukup, atau perlu perbaikan.

1 Saya dapat menganalisis konsep desain ragam hias clan jenis-jenis ragam hias.

2 Saya dapat mendesain pola ragam hias dengan mengaplikasikan bahan dan alat dalam mendesain ragam hias.

3 Saya dapat mengekspresikan gagasan pola ragam hias dengan teknik clan langkah-langkah yang tepat dalam mendesain ragam hias. 

No.

Pernyataan

Ya

Tidak

2.

BAIK

CUKUP PERLU PERBAIKAN

Jika 3 pernyataan terisi "YA"

Jika 2 pernyataan terisi "YA"

Jika 1 atau 0 pernyataan

terisi "YA"

Janganlah berkecil hati apabila kamu melakukan remedial. Kamu dapat meminta bantuan teman sebagai tutor sebaya dalam memahami materi pembelajaran. Adapun bagi kamu yang mendapatkan pengayaan, kamu juga dapat menjadi tutor sebaya dalam membantu teman memahami pembelajaran. Pindailah OR Code berikut untuk mengakses Soal-Soal Remedial clan Pengayaan.

halaman 30

A. Pilihan Ganda

Pilihlah satu jawaban yang tepat.

1. Pada awal kemunculannya, gambar merupakan bahasa universal yang digunakan oleh manusia prasejarah. Media awal menggambar yang digunakan manusia prasejarah adalah

A. alat-alat logam 

B. dinding gua 

C. perhiasan 

D. tembikar

2. "Gaya atau aliran yang ada pada lukisan juga turut berkembang sebagai proses revolusi dari cara berpikir manusia". Berdasarkan penggalan kalimat tersebut, faktor yang memengaruhi perkembangan gaya lukisan atau gambar adalah ....

A. perkembangan cara berpikir manusia

B. konflik yang dialami manusia 

C. lingkungan hidup manusia 

D. pergantian musim

3. Dalam proses menggambar objek geometris clan nongeometris berupa flora, fauna, clan benda alam, agar mendapatkan hasil yang baik, diperlukan unsur-unsur rupa clan prinsip-prinsip komposisi. Berikut ini yang tidak termasuk unsur rupa adalah ....

A. titik

B. warna 

C. ukuran

D. gelap terang

4. Warna primer atau warna pokok merupakan warna utama yang tidak diperoleh dari percampuran warna lain. Dengan kata lain, warna primer merupakan induk warna. Berikut ini yang bukan termasuk warna primer adalah ....

A. kuning 

B. merah 

C. hijau 

D. biru

5. Benda atau keadaan alam akan tam pak terang apabila terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya, benda atau keadaan alam akan tampak gelap apabila tidak terkena cahaya. Berdasarkan penggalan kalimat tersebut, unsur gelap terang ditentukan oleh ....

A. cahaya

B. warna gelap 

C. warna terang

D. arah datangnya cahaya

6. Prinsip-prinsip komposisi merupakan wujud pengorganisasian dari unsurunsur seni rupa. Berikut ini yang bukan termasuk prinsip komposisi adalah ....

A. keseimbangan 

B. kecepatan 

C. kesatuan 

D. irama

Bagian dari sebuah susunan yang salah satu objeknya ditekankan paling utama atau memiliki posisi sebagai

pusat perhatian (point of interest)

dalam komposisi disebut sebagai .... 

A. keseimbangan 

B. dominasi

C. flowing

D. irama

8. Ragam hias merupakan salah satu karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan pada suatu produk agar menjadi lebih .... 

A. indah dan menawan 

B. indah dan bermakna 

C. bermakna dan berbobot 

D. berkualitas dan bermakna

Ragam hias atau ornamen berasal dari kata ornare yang memiliki arti ....

10. Perhatikan gambar berikut.

Ragam hias geometris pada gambar tersebut merupakan jenis motif ....

A. pilin

B. tumpal 

C. kawung 

D. meander

11. Perhatikan gambar berikut.

Motif ragam hias benda alam pada gambar terinspirasi dari ....

A. awan 

B. bunga 

C. lautan 

D. gunung

12. Motif hias merupakan pokok pikiran dan bentuk dasar dalam perwujudan ragam hias, yang meliputi segala bentuk alami ciptaan Tuhan, seperti

A. manusia dan alam

B. manusia, tumbuhan, dan benda alam lainnya

C. manusia, binatang, tumbuhan, dan benda elektronik

D. manusia, binatang, tumbuhan, dan benda alam lainnya 

13. Perhatikan gambar berikut.

A. mewarnai

B. menghiasi

C. menggambar

D. memperindah

Motif ragam hias geometris pada gambar tersebut adalah ....

A. pilin

B. tumpal 

C. kawung 

D. meander

diaplikasikan ke dalam ragam hias menjadi bentuk yang susah dikenali bentuk aslinya atau bersifat abstrak. Berikut ini yang tidak termasuk motif geometris adalah ....

A. B.

Ragam hias pada gambar merupakan ragam hias benda alam yang terinspirasi dari ....

A. api

B. bumi C. awan

D. matahari

B. Uralan


1. Tuliskan unsur-unsur rupa.

2. Jelaskan yang dimaksud dengan gelap terang dan fungsinya dalam sebuah gambar. 3. Jelaskan yang dimaksud dengan mendesain. 4. Jelaskan yang dimaksud dengan ragam hias.

5. Gambarlah sebuah motif pilin sederhana.

Stimulus 1

Bentuk

Bentuk merupakan rangkaian dari beberapa bidang geometris atau nongeometris yang memiliki ruang. Ruang terbentuk dengan adanya unsur lebar, panjang, clan tinggi atau disebut juga tiga dimensi. Bentuk sendiri dapat dibagi menjadi bangun clan sosok. Bangun adalah hal yang hanya tampak oleh mata seperti lingkaran, segitiga, kotak, clan lain sebagainya. Sementara sosok adalah bentuk benda yang dapat dilihat dan dirasakan karena nilai dari benda itu, seperti bentuk manusia, hewan, meja, clan lain sebagainya.

Sumber: https://tirto.id/apa-saja-unsur-unsur-seni-rupa-titik-garis-hinqqa-qelap-terang-gxVl, dengan penyesuaian, diakses pada 31 Januari 2023.

Soal 1

Berdasarkan stimulus 1, jawablah pertanyaan berikut dengan ringkas clan jelas. Apa yang dimaksud dengan bangun?

Soal 2

Berdasarkan stimulus 1, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.

Ruang terbentuk dari unsur panjang, lebar, clan tinggi. Bentuk adalah rangkaian dari bidang geometris. Bentuk adalah rangkaian bidang nongeometris. Lingkaran, segitiga, clan kotak adalah contoh bangun.

Pengertian clan Fungsi Ornamen

Istilah ornamen berasal dari satu kata bahasa Latin, yaitu ornare yang memiliki arti melengkapi atau menghiasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (K881), ornamen berarti hiasan dalam arsitektur, kerajinan tangan, lukisan, perhiasan, clan hiasan yang dibuat pada candi. Menurut Gustami dalam buku Nukilan Seni Ornamen Indonesia (1978), ornamen atau ragam hias adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan yang sifatnya estetis.

Secara umum, ada beberapa jenis motif ornamen yaitu motif geometris, motif manusia, motif binatang, motif tumbuhan, dan motif benda alam. Berikut penjelasannya.

1) Motif geometris adalah motif ornamen tertua yang ada di dunia. Dikutip dari Encyclopedia Britannica, motif geometris berasal dari peradaban Yunani kuno sekitar 900 tahun sebelum masehi. Motif geometris terdiri dari bentuk-bentuk geometri seperti lingkaran, segi empat, garis lengkung, dan juga garis lurus.

2) Motif manusia adalah ornamen yang menggambarkan tubuh manusia baik secara keseluruhan maupun sebagian. Misalnya seluruh tubuh manusia, kepalanya saja, tangannya saja, maupun badannya saja.

3) Motif binatang adalah ornamen yang menggambarkan hewan. Biasanya penggambaran hewan dilakukan dengan gaya tertentu, namun tetap bisa dikenali hewan apa itu. Contoh hewan yang dijadikan motif adalah burung, kerbau, ular, singa, dan masih banyak lagi.

4) Motif tumbuhan adalah ornamen yang menggambarkan tumbuhan. Misalnya sulur, daun, dan juga bunga yang digambarkan dengan gaya yang menonjolkan keindahannya.

5) Motif benda alam adalah ornamen yang menggambarkan benda atau unsur abiotik (tidak hidup) di alam. Misalnya matahari, bulan, planet, alam semesta, angin, air, awan, api, gunung, laut, dan juga batu.

Sumber: https://www.kompas.comlskola/read/2021/09/24/133000269/ornamen-pengertian fungsi-dan-motifnya?page=all, dengan penyesuaian, diakses pada 31 Januari 2023.

Soal 3

Berdasarkan stimulus 2, pasangkan dengan menarik garis lurus antara pernyataan di kolom sebelah kiri dan jawaban yang sesuai di kolom sebelah kanan.

Termasuk motif ornamen apakah bentuk Geometris lingkaran, garis lurus, dan segi empat?

Berasal dari kata apakah ornamen? 

Berasal dari manakah motif geometris?

Termasuk jenis motif apakah bentuk burung, harimau, dan gajah? Fauna

Yunani Kuno Ornare Latin

Soal 4

1. Jawablah dengan benar clan ringkas sesuai dengan stimulus 

2. Apa saja unsur-unsur abiotik yang dapat dijadikan ornamen hias?

Soal 5

Berdasarkan stimulus 

2, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? 

Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.

I.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 

ornamen berarti hiasan dalam -~ arsitektur, kerajinan tangan, lukisan, perhiasan, clan hiasan yang dibuat pada candi.

Ornamen atau ragam hias adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk hiasan yang sifatnya estetis.

Motif geometris berasal dari peradaban Romawi Kuno.

Motif geometris terdiri dari bentuk-bentuk geometri, seperti lingkaran, segi empat, garis lengkung, garis lurus, binatang, clan bemda alam.


MATER PAKET SENI RUPA KELAS 7 SEMESTER 1 BAB MENGGAMBAR

 MATER PAKET SENI RUPA KELAS 7 SEMESTER 1 BAB MENGGAMBAR

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat:

1. Menganalisis konsep menggambar dan unsur-unsur seni rupa dengan memperhatikan prinsip rupa dalam menggambar.

2. Mengaplikasikan berbagai bahan dan alat dalam menggambar.

3. Mengekspresikan gagasan dengan menggunakan teknik dan langkah-langkah yang tepat dalam menggambar.

1. Berkebinekaan global: mengenal dan menghargai budaya. 

2. Bergotong royong: kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

3. Bernalar kritis: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan serta menganalisis dan mengevaluasi penalaran.

4. Kreatif: menghasilkan gagasanyang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

Gagasan, unsur-unsur rupa, prinsip rupa, bahan, alat, teknik, dan prosedur.

Lingkungan alam sekitar, baik berupa benda mati maupun benda hidup, misalnya bunga seperti yang ditunjukkan gambar di atas, dapat dijadikan sebagai inspirasi atau gagasan yang akan dituangkan di atas kertas, kain kanvas, atau media lainnya sebagai karya seni rupa. Makna dari kalimat tersebut adalah gagasan merupakan hat utama dalam proses penciptaan karya seni rupa, termasuk menggambar. Gagasan atau ide merupakan hasil pikiran manusia yang mengarahkan kepada perilaku, baik ucapan maupun tindakan.

Manusia sebagai makhluk berbudaya senantiasa berpikir untuk mendapat ide atau gagasan. Setelah mendapatkan ide atau gagasan, mereka kemudian metakukan suatu kegiatan. Aktivitas atau kegiatan dapat berupa ucapan atau tindakan yang menghasilkan karya seni rupa. Kegiatan seni rupa dapat merepresentasikan suatu objek tertentu dengan cara menggoreskan pena atau pensil ke dalam kertas. Kegiatan tersebut disebut dengan menggambar. Bagaimanakah sejarah dan konsep menggambar unsur-unsur rupa serta prinsip-prinsip komposisi? Mari kita pelajari materi berikut.

Menggambar

Pada awal kemunculannya, gambar merupakan bahasa universal yang digunakan oleh manusia prasejarah. Hat ini dapat dibuktikan dengan penemuan gambar yang terdapat pada dinding-dinding gua. Selain digunakan sebagai alat komunikasi, gambar-gambar pada dinding gua tersebut biasanya digunakan untuk merencanakan strategi berburu.

Bahasa gambar yang sudah digunakan sejak zaman purba juga digunakan sebagai ungkapan ekspresi. Pengungkapan ekspresi merupakan perwujudan imajinasi dari ide atau gagasan yang diungkapkan dalam bentuk gambar.

Pada perkembangan selanjutnya, dinding gua bukanlah satusatunya media untuk menggambar. Media menggambar mulai berkembang pada abad ke-14 hingga ke-15, disusul dengan munculnya seniman yang mulai berkarier melalui gambar. Beberapa seniman dengan karya yang terkenal pada abad tersebut adalah Michelangelo dan Leonardo da Vinci.

Di Indonesia, seniman yang berkarier di dunia gambar muncul pada abad ke-17. Seniman yang terkenal pada abad itu adalah Raden Saleh. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro (1857). Selanjutnya, pada awal abad ke-18, mulai banyak seniman yang berkarier mengikuti jejak Raden Saleh, antara lain Abdullah Suriosubroto, Affandi Koesoema, Agus Djaya, S. Sudjojono, Basuki Abdullah, dan Dullah Suleiweh. Salah satu maestro yang namanya masih harum hingga sekarang adalah Affandi. Karyanya, lukisan Self Portrait I, 1981, pernah diabadikan dalam prangko seri seniman Indonesia di tahun 1997.

Seiring berkembangnya zaman, gaya atau aliran yang ada pada lukisan juga turut berkembang sebagai proses revolusi dari cara berpikir manusia. Proses berkembangnya cara berpikir manusia dapat memengaruhi kegiatan menggambar.

Menggambar merupakan kegiatan menggores pada sebuah permukaan yang melibatkan penglihatan dan gerakan tangan yang terstruktur. Menggambar hendaknya dilakukan dengan gerakan tangan halus dan penuh perasaan, namun dapat juga disesuaikan dengan suasana hati. Contohnya, saat suasana hati sedang baik, hasil goresan pensil cenderung tebal dan bervariasi. Adapun saat muncul rasa takut, hasil goresan cenderung tipis.

Proses menggambar menuntut objektivitas, baik bentuk maupun warna. Secara garis besar bentuk benda dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan nongeometris. Kedua bentuk tersebut dapat dilihat pada bentuk dasar flora, fauna, dan alam benda.

Flora merupakan istilah lain untuk tumbuh-tumbuhan, fauna adalah istilah lain untuk hewan, dan alam benda merupakan bendabenda yang berasal dari alam. Namun, alam benda ada juga yang dibuat oleh manusia menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam. Alam benda yang dimaksud adalah benda yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, atau benda yang memiliki ruang. Alam benda dapat berupa gelas, cangkir, mangkuk, dan piring yang memiliki bentuk dasar silindris. Selain bentuk dasar silindris, ada bentuk kubistis, dan bentuk nongeometris atau bentuk bebas.

 jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Bagaimanakah sejarah proses perkembangan gambar?

2. Apa saja objek yang digambarkan di dinding gua pada zaman prasejarah? 

3. Apa yang kamu ketahui tentang menggambar? 

4. Tuliskan tiga contoh bentuk geometris dan nongeometris. 

5. Apa yang kamu ketahui tentang flora, fauna, clan alam benda?

Setelah kamu mempelajari tentang sejarah dan konsep menggambar, kerjakanlah tugas berikut.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.

2. Carilah gambar atau lukisan karya seniman terkenal dengan ketentuan sebagai berikut.

a. Terdapat bentuk geometris dan nongeometris.

b. Deskripsikan gambar yang memuat nama seniman, tahun karya, serta objek yang ada pada gambar atau lukisan. 

c. Presentasikan hasilnya di depan kelas.

B. Unsur-Unsur Rupa

Dalam proses menggambar objek geometris dan nongeometris berupa flora, fauna, dan alam benda, agar mendapatkan hasil yang baik, diperlukan unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip komposisi.

Unsur-unsur rupa tidak hanya dapat digunakan dalam menggambar, tetapi dapat juga digunakan dalam proses berkarya seni yang lain, seperti melukis, mendesain, dan membatik. Unsurunsur rupa antara lain titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan gelap terang.

Dengan mengomposisikan unsur-unsur rupa secara baik dan menerapkan prinsip-prinsip komposisi, akan terwujud gambar yang sesuai keinginan dan dapat dinikmati keindahannya. Mari kita bahas unsur-unsur tersebut satu per satu.

1. Titik

Titik merupakan unsur paling sederhana dalam seni rupa. Setiap orang mampu membuat unsur ini, tetapi tidak semua

orang dapat mengomposisikannya dengan sangat baik. Walaupun memiliki bentuk yang sederhana, titik memiliki peran yang cukup penting dalam karya seni. Sebagai contoh, dalam menggambar, apabila titik disusun dengan rapat dan memiliki sedikit rongga, akan memberikan kesan gelap pada objek yang digambar. Begitu pula sebaliknya, jika susunan kerapatan titik tidak terlalu rapat, akan memberikan kesan terang. Teknik menggambar yang mengomposisikan unsur ini adalah teknik pointilis.

2. Garis

Garis merupakan susunan dari jalinan titik-titik yang sama besar, memiliki dimensi memanjang, dan berarah. Garis mempunyai berbagai macam jenis, antara lain garis vertikal (a), garis horizontal 

(b), garis diagonal 

(c), garis melengkung 

(d), garis zig-zag 

(e), garis berombak 

(f), dan garis spiral 

(g). Garis vertikal, horizontal, diagonal, dan zig-zag memberikan kesan jelas, mencolok, keras, dan tegas pada gambar. Sementara itu, garis melengkung dan berombak memberikan kesan luwes, lembut, dan fleksibel.

3. Bidang

Bidang terbentuk karena adanya rangkaian garis yang memiliki dimensi panjang dan lebar. Bidang dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan bidang nongeometris. 

Bidang geometris memiliki bentuk yang terstruktur dan teratur. Adapun bidang nongeometris merupakan kebalikan dari bidang geometris, yaitu memitiki bentuk yang tidak beraturan dan tidak terukur.

 4. Bentuk

Bentuk adalah gambaran, wujud, ataupun susunan yang berkaitan dengan bidang beruang serta memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Seperti bidang, bentuk juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan bentuk nongeometris. Contoh bentuk geometris antara lain balok, silinder, piramida, kerucut, dan bola. Sementara itu, contoh bentuk nongeometris adalah bebatuan dan karang. Pada dasarnya, bentuk memiliki pengertian sebagai wujud fisik yang dapat dilihat.

 5. Ruang

Ruang sering dianggap sebagai suatu unsur yang khayal. Hat ini karena kehadirannya hanya dapat dihayati dengan benda atau garis dan bidang yang berbeda di atas selembar kertas. Secara fisik, ruang juga diartikan sebagai rongga yang terbatas ataupun tidak terbatas. Oleh karena itu, dalam menggambar, unsur ruang sering tidak dianggap memiliki batasan fisik.

Dalam gambar yang sifatnya dua dimensi, yaitu dimensi panjang dan lebar, unsur ruang pada gambar bersifat maya karena itu disebut sebagai ruang maya. Contoh dari ruang maya adalah media sosial yang ada di gawai atau smartphone karena tidak tagi dianggap memiliki batasan secara fisik.

  6. Tekstur

Tekstur merupakan nilai atau keadaan permukaan dari suatu benda, baik kasar maupun halus. Dalam seni rupa, nilai permukaan dibagi menjadi dua, yaitu nyata dan semu. Jika keadaan dari suatu benda dilihat atau diraba memiliki kesamaan, nilai dari permukaan itu adalah nyata. Sebaliknya, apabila nilai permukaan tidak memiliki kesamaan ketika dilihat dan diraba, nilai permukaan itu adalah semu.

Tekstur nyata dalam menggambar maupun melukis dapat dilihat dan dirasakan saat menggoreskan pensil ataupun menyapukan kuas pada bidang gambar. Goresan ataupun sapuan kuas yang kasar dan tidak teratur dapat memberikan kesan ekspresif pada karya yang dibuat sehingga menghasilkan tekstur nyata. Adapun tekstur semu dapat dibuat menggunakan goresan ataupun sapuan kuas yang halus, terarah, dan memperlihatkan gelap terang.

 7. Warna

Warna merupakan pantulan cahaya yang tampak dari proses pelepasan selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu. Warna juga dapat timbul dari gejala alam, seperti sorotan cahaya yang dipantulkan oleh berlian dan pelangi. Warna juga terdapat pada pigmen. Pigmen adalah zat pemberi warna. Pigmen warna dapat dijumpai pada cat akrilik, cat minyak, dan cat air. Pewarna yang digunakan untuk menggambar antara lain pastel, pensil warna, krayon, dan tinta. Unsur warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu warna primer, sekunder, dan tersier.

a. Warna primer

Warna primer atau warna pokok merupakan warna utama. Artinya, warna-warna yang diperoleh bukanlah dari percampuran warna lain. Dengan kata lain, warna primer merupakan induk warna. Jenis warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

 b. Warna sekunder

Warna sekunder atau warna kedua terbentuk karena adanya percampuran dua warna primer. Contohnya, warna biru dan kuning dicampur akan menghasilkan warna hijau. Warna kuning dan merah dicampurkan akan menjadi warna jingga. Warna merah dan biru dicampur menjadi warna ungu. Ketiga warna tersebut (hijau, jingga, dan ungu) disebut sebagai warna sekunder.

 c. Warna tersier

Warna tersier atau warna ketiga adalah warna yang terbentuk dari percampuran warna primer dan sekunder atau campuran dari ketiga warna primer. Sebagai contoh, warna merah, kuning, dan biru dicampur akan menjadi warna cokelat. Kemudian warna kuning dan jingga jika dicampur akan menghasilkan warna jingga kekuningan.

 8. Getap terang

Gambar atau lukisan akan tampak jelas apabila terdapat bagian terang dan gelap. Jika menampilkan bagian gelap atau terang saja, gambar atau tukisan tersebut tidak tampak jelas. Artinya, gambar atau lukisan tersebut tidak dapat dinikmati keindahan objek yang digambarkan ataupun dilukiskannya. Oleh karena itu, agar dapat dinikmati keindahannya, hendaknya gambar atau lukisan tersebut memuat unsur gelap dan terang.

Benda atau keadaan alam akan tampak terang apabila terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya, benda atau keadaan alam akan tampak gelap apabila tidak terkena cahaya. Jadi, unsur gelap terang ini ditentukan oteh arah datangnya cahaya. Dengan kata lain, gambar atau lukisan yang baik seharusnya terdapat bagian yang gelap dan bagian yang terang. Dalam gambar atau tukisan, kesan gelap terang dapat diwakilkan dengan perbedaan warna hitam dan putih atau warna tua dan muda.

 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1.  Apa yang kamu ketahui tentang unsur-unsur rupa?

2. Tuliskan tiga contoh dari unsur-unsur rupa.

3. Bagaimana cara membedakan tekstur nyata dan tekstur semu?

4. Bagaimana cara membuat warna sekunder?

5. Bagaimana cara menentukan kesan gelap terang?

 Setelah kamu mempelajari tentang unsur-unsur rupa, kerjakanlah tugas berikut.

1.  Bentuklah kelompok kecil yang terdiri atas 2-3 orang.

2. Amatilah dua karya gambar atau lukisan. Kamu bisa mengamati melalui pengamatan langsung, foto, atau video tutorial di media sosial.

3. Analisislah unsur-unsur rupa yang terdapat di dalam dua karya gambar atau lukisan tersebut, kemudian tulis dalam kolom berikut.

 C. Prinsip-Prinsip Komposisi

Prinsip-prinsip komposisi merupakan wujud pengorganisasian dari unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa diorganisasikan sehingga tercipta sebuah karya seni yang indah. Prinsip-prinsip ini disebut juga sebagai kaidah yang menjadi aturan dalam membuat karya, seperti gambar atau lukisan, bahkan karya seni rupa lainnya. Prinsip komposisi antara lain keseimbangan, keselarasan, kesebandingan, irama, dominasi, dan kesatuan. Mari kita bahas lebih lanjut.

1. Keseimbangan

Keseimbangan dalam bahasa Inggris adalah balance, artinya suatu keadaan atau kesamaan yang sating berhadapan dan memberikan kesan seimbang berdasarkan intensitas karyanya. Keseimbangan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris adalah pembagian atau susunan objek yang di kedua sisinya setangkup atau sama besar. Adapun keseimbangan asimetris pembagian di kedua sisinya tidak sama besar.

 2. Keselarasan

Keselarasan atau dalam bahasa Inggris adalah harmony, artinya susunan yang dianggap seimbang dan memiliki keserasian. Contohnya, untuk menentukan objek gambar dengan bentuk dasar silindris, objek yang cocok dijadikan model gambar adalah cangkir, kaleng minuman, dan botol jus. Dari ketiga objek tersebut, terdapat keserasian dari bentuknya. Untuk menciptakan harmoni atau keselarasan, ketiga objek tersebut dapat disusun dengan botol jus berada di belakang, kemudian kaleng minuman berada di depan botol jus, dan yang paling depan adalah cangkir.

 3. Kesebandingan

Kesebandingan atau proporsi merupakan hubungan antarbagian dan bagian serta bagian dengan keseluruhan. Datam bahasa Inggris, kesebandingan adalah proportion. Prinsip kesebandingan dapat dikaitkan sebagai pertimbangan penilaian keindahan dan ukuran pada karya seni yang dibuat. Hat inilah yang menjadikan prinsip kesebandingan dan prinsip yang lain berhubungan erat.

Prinsip kesebandingan dapat diibaratkan dengan susunan garis vertikal yang dapat memberikan kesan tinggi dan ramping. Adapun susunan garis horizontal dapat memberikan kesan pendek dan lebar.

 4. Irama

Prinsip irama dalam seni rupa merupakan urutan atau pengulangan dalam unsur-unsur rupa. Irama dalam bahasa Inggris adalah rhythm. Irama merupakan unsur yang dapat diperoleh melalui repetitive, alternative, progressive, dan flowing.

 a. Repetitive

Repetitive atau repetitif merupakan pengulangan yang diperoleh dengan cara mengulang-ulang unsur. Repetitif terdiri atas susunan unsur yang memiliki kesamaan bentuk, ukuran, ataupun warna yang diaplikasikan sehingga menghasilkan irama yang menjenuhkan, tertib, dan menoton.

 b. Alternative

Alternative atau atternatif adalah bentuk irama yang tercipta dengan dua atau lebih unsur rupa disusun secara bergantian. Contohnya, susunan garis zig-zag dengan garis gelombang yang disusun secara bergantian. Selain itu, susunan persegi panjang dan segi empat yang disusun secara bergantian.

 c. Progressive

Progressive atau progresif adalah pengulangan yang menunjukkan perkembangan yang berangsur-angsur atau bertingkat. Contohnya, pengulangan titik yang bertingkat membesar menjadi sebuah lingkaran.

 d. Flowing

Flowing merupakan pengulangan dalam irama yang mengalun terjadi karena adanya susunan garis-garis berombak dan mengalir berkesinambungan.

 5. Dominasi

Dominasi atau dominan adalah bagian dari sebuah susunan yang salah satu objeknya ditekankan paling utama atau mempunyai banyak pengaruh. Pengaruh tersebut menitikberatkan pada pusat perhatian (point of interest). Contohnya, ada sebuah. susunan pensil berwarna putih, tetapi di dalam susunan tersebut terdapat satu pensil berwarna merah muda dengan ukuran yang berbeda. Maka, pensil yang berwarna merah muda menjadi pusat perhatian di antara pensil lainnya.

 6. Kesatuan (Unity)

Kesatuan adalah prinsip komposisi yang menampilkan kesan utuh dalam suatu susunan atau hubungan antarunsur rupa dan pengaplikasian prinsip komposisi. Kesan utuh pada prinsip kesatuan dapat ditandai dengan susunan unsur-unsur rupa yang menyatu dalam proses penyusunannya. Datam bahasa Inggris, kata kesatuan disebut juga sebagai unity.

 Setelah kamu mempelajari tentang sejarah dan konsep menggambar, kerjakanlah tugas berikut.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang.

2. Amatilah tiga karya gambar atau lukisan. Kamu bisa mengamati melalui

pengamatan langsung, foto, atau video tutorial di media sosial.

3. Analisislah prinsip-prinsip komposisi yang terdapat di dalam tiga karya gambar atau lukisan tersebut.

Menggambar adatah perwujudan ide atau gagasan berdasarkan objek yang diaplikasikan menggunakan media menggambar. Media yang digunakan dalam menggambar adalah bahan, alat, dan teknik. Media adalah sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses menggambar. Mari kita bahas satu per satu.

 1. Bahan

Bahan merupakan medium berupa benda atau barang yang digunakan dalam menggambar. Dalam proses penggunaannya, medium merupakan bahan habis dalam sekali pakai. Beberapa bahan untuk menggarnbar adalah pensil, pensil warna, krayon, kapur, tinta, cat air, dan spidol. Adapun bahan yang digunakan sebagai bidang untuk menggambar adalah kertas gambar. Kertas gambar memiliki banyak jenis, tetapi yang sering digunakan menggambar adalah kertas BC, kertas HVS, dan kertas akuarel.

 2. Alat

Alat adalah barang atau benda yang digunakan dalam menggambar. Dalam proses penggunaannya, alat tidak habis dalam satu kali pakai atau bisa digunakan kembali. Adapun alatalat yang digunakan dalam menggambar adalah kuas, pena, palet, dan tempat air.

 3. Teknik

Teknik adalah cara-cara yang digunakan dalam proses menggambar. Teknik yang dapat digunakan dalam menggambar antara lain teknik arsir, teknik dusel, teknik pointilis, teknik akuarel, dan teknik plakat.

 a. Teknik arsir

Arsir merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan dalam rangka membentuk objek gambar. Jika menggunakan pensil, mata pensil harus runcing dan digunakan dalam posisi tegak. Dalam teknik arsir terdapat tujuh jenis arsiran, yaitu arsir vertikal, horizontal, diagonal, spiral, silang vertikal horizontal, silang diagonal, dan kombinasi.

 b. Teknik dusel

Dusel adalah teknik menggambar yang menggunakan pensil dengan posisi pensil miring atau bahkan sejajar dengan kertas gambar dalam rangka membentuk objek gambar. Kekhasan teknik dusel terletak pada goresannya. Pada teknik dusel, goresan tidak secara jelas membentuk garis, namun kesan garis dapat terlihat walaupun sedikit samar. Sama halnya seperti teknik arsir, teknik dusel juga memiliki tujuh teknik, yaitu dusel vertikal, horizontal, diagonal, spiral, silang vertikal horizontal, silang diagonal, dan kombinasi.

 c. Teknik pointilis

Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai bagian dari pembentukan objek gambar. Alat yang cocok digunakan datam teknik poi ntilis adalah pena gambar. Menggambar menggunakan teknik ini~memerlukan waktu yang cukup lama karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Namun, gambar yang dihasilkan sangat memuaskan.Cara mengaplikasikan teknik pointilis adalah dengan menekan ujung pena ke kertas gambar sehingga membentuk sebuah titik., Apabila tingkat kerapatan titik sangat rapat, akan menghasilkan kesan gelap. Sebaliknya, apabita tingkat kerapatan titik renggang, akan menghasitkan kesan terang pada objek yang digambar

 d. Teknik akuarel

Akuarel adalah teknik menggambar yang khusus menggunakan bahan cat air atau tinta gambar. Teknik ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu teknik basah dan teknik kering. Pada teknik basah, medium kertas akan dibasahi terlebih dahulu menggunakan air, kemudian kuas yang telah dibubuhi cat disapukan ke atas kertas. Cat akan bergerak sendiri menyebar mengikuti air yang sebelumnya telah disapukan pada kertas. Pada teknik kering, medium kertas tidak dibasahi terlebih dahulu. Namun, kertas akan diwarnai dalam keadaan kering, kemudian Was yang telah dibubuhi cat disapukan secara tipis dan berangsur.

 e. Teknik plakat

Teknik plakat atau lebih sering disebut dengan teknik blok merupakan teknik menggambar yang menggunakan media cat akrilik, cat minyak, dan cat air. Penggunaan cat sebagai bahan dalam teknik ini cukup kental sehingga dalam satu kali sapuan akan menutup objek gambar. Untuk teknik yang menggunakan medium cat air, cat air hanya perlu dilarutkan dengan sedikit air saja. Hat ini karena cat air memiliki kesan transparan ketika dilarutkan pada air dan disapukan ke kertas.

 Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Apa yang kamu ketahui tentang bahan, alat, dan teknik dalam menggambar?

2. Apa saja teknik dalam menggambar?

3. Tuliskan tiga contoh teknik arsir dan teknik dusel. 

4. Bagaimana karakteristik teknik akuarel? 

5. Bagaimana karakteristik teknik plakat?

Setelah kamu mempelajari tentang bahan, alat, dan teknik dalam menggambar, kerjakanlah tugas berikut.

1.  Amatilah gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

2. Analisislah bahan, alat, dan teknik yang digunakan di dalam karya tersebut, kemudian tulis dalam kolom berikut.

 

 


E. Prosedur-Prosedur dalam Menggambar

Pada umumnya, diperlukan objek gambar ketika menggambar. Objek gambar dapat berupa flora, fauna, dan alam benda. Sebelum menggambar, kamu perlu mengetahui langkah-langkah dalam menggambar. Mari kita bahas satu per satu.

1. Menyiapkan media yang akan digunakan

Tahap ini termasuk langkah yang cukup penting dalam menggambar. Apabila salah satu dari media yang akan digunakan terlewatkan, akan terjadi kesulitan pada saat proses pengerjaannya. Media menggambar berupa bahan, alat, dan penentuan teknik yang akan digunakan.

2. Menentukan ide atau gagasan mengenai objek yang digambar

Setelah menyiapkan media, langkah selanjutnya adalah mencari gagasan tentang objek yang akan digambar. Objek yang digambarkan dapat berupa flora, fauna, ataupun alam benda.

3. Mengamati terlebih dahulu objek yang akan digambar

Langkah selanjutnya adalah proses mengamati objek gambar. Mengamati objek gambar dapat dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung atau juga melihat gambar atau hasit foto. Kegiatan pengamatan perlu dilakukan secara berutang agar bentuknya dapat divisualisasikan dengan baik.'Untuk mempermudah pengamatan, kamu harus berkonsentrasi pada satu objek atau lebih dari satu objek, tetapi masih memiliki satu kesatuan.

4. Membuat sketsa gambar

Setelah melakukan pengamatan terhadap objek gambar, goreskan secara tipis gambar objek tersebut ke medium yang sudah disiapkan. Goresan tipis dapat mempermudah dalam membuat sketsa. Sketsa tersebut kemudian menjadi sketsa gambar yang siap dilanjutkan ke langkah berikutnya.

5. Menentukan arah pencahayaan (getap terang)

Penentuan arah pencahayaan akan memberikan kesan gelap terang pada objek gambar. Dari sisi objek yang terkena banyak cahaya, objek gambar akan memiliki kesan terang. Begitu juga sebaliknya, apabila objek tidak terkena.banyak cahaya, objek gambar memiliki kesan getap. Penentuan arah cahaya ini dapat ditentukan dengan memberikan tanda pada bagian yang terang atau gelap menggunakan pensil atau pensil warna.

6. Mewarnai gambar dengan teknik yang sudah ditentukan

Langkah berikutnya adalah mewarnai gambar dengan teknik yang sudah ditentukan pada langkah sebelumnya. Teknik yang dapat digunakan adalah teknik arsir, dusel, pointilis, akuarel, dan plakat. Penentuan teknik ini dapat disesuaikan dengan bahan atau alat yang digunakan. Sebagai contoh, teknik arsir dan dusel dapat digunakan dengan alat pensil dan pensil warna.

Tahap penyelesaian akhir

Setelah objek gambar diwarnai sesuai dengan contoh objek gambar, langkah selanjutnya adalah memperhatikan objek gambar secara keseluruhan dan memberikan sedikit sentuhan akhir pada gambar tersebut. Sentuhan akhir ini dapat berupa pemberian detail gambar supaya hasil gambar tampak menarik dan bagus.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.

1. Apa yang kamu ketahui tentang prosedur-prosedur dalam menggambar? 

2. Bagaimana langkah awal dalam menggambar?

3. Bagaimana teknik arsir dan dusel digunakan dalam prosedur menggambar?

4. Apa yang kamu ketahui tentang penentuan arah pencahayaan? 

5. Bagaimana pelaksanaan tahap penyelesaian akhir?

Setelah kamu mempelajari tentang prosedur-prosedur dalam menggambar, maka kerjakanlah tugas berikut.

1. Amatilah gambar berikut.

 

2. Buatlah gambar tersebut pada sebuah kertas dan ikuti prosedur menggambar dengan baik dan benar.

Gagasan atau ide merupakan hasil pikiran manusia yang mengarahkan kepada perilaku, baik ucapan maupun tindakan. Gagasan atau ide merupakan hal utama dalam proses penciptaan karya seni. Selanjutnya, gagasan tersebut dituangkan dalam bentuk perilaku, seperti menggambar, melukis, memahat, mengukir, membutsir, dan mencetak sehingga menghasilkan karya seni rupa.

2. Bahan adalah material, baik berupa benda padat maupun benda cair: Bahan yang digunakan untuk menggambar berupa kertas gambar atau karton sebagai bidang gambar. Adapun pensil, cat, dan tinta adalah alat untuk membentuk objek gambarnya.

3. Alat adalah perkakas yang digunakan untuk membantu dalam proses berkarya seni rupa. Alat yang digunakan untuk menggambar berupa kuas, palet, pena, pensil, cat, dan tinta.

4. Teknik menggambar merupakan cara-cara atau perilaku yang digunakan dalam proses menggambar. Teknik yang digunakan untuk menggambar adalah arsir, dusel, pointilis, akuarel, dan plakat.

5. Arsir merupakan cara menggambar dengan pensil atau pena yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan dalam rangka membentuk objek gambar.

6. Dusel merupakan teknik menggambar yang menggunakan goresan pensil gambar atau pensil warna dengan posisi miring atau rebah dalam rangka membentuk objek gambar.

7. Pointilis adalah teknik menggambar dengan pensil gambar atau pena yang menggunakan unsur titik sebagai pembentuk objek gambar.

8. Akuarel merupakan teknik menggambar yang khusus menggunakan bahan cat air atau tinta gambar yang dibubuhkan, baik dengan cara kering maupun basah.

9. Plakat merupakan teknik menggambar yang menggunakan bahan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan membubuhkannya secara menutup.

10. Langkah-langkah menggambar, yaitu (1) pengamatan; (2) pembuatan sketsa; (3) pencahayaan; (4) pewarnaan atau penggunaan teknik; dan (5) penyelesaian akhir.

11. Pengamatan merupakan kegiatan pengenalan objek yang digambar secara teliti dan cermat dengan indra penglihatan.

12. Pembuatan sketsa pada dasarnya adalah memindahkan objek yang diamati menggunakan pensil atau alat pena di atas kertas gambar atau kanvas.

13. Pencahayaan adalah memberi kesan terang atau gelap berdasarkan sumber cahaya dan bayang-bayang.

14. Pewarnaan merupakan langkah mewarnai pada gambar, sedangkan penggunaan teknik adalah cara yang digunakan dalam mewarnai, misalnya teknik arsir, dusel, akuarel, atau plakat.

15. Penyelesaian akhir adalah tindakan penyempurnaan karya melalui pewarnaan.

16. Titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang disebut unsur-unsur rupa.

17. Kaidah-kaidah yang dijadikan pedoman dalam berkarya seni rupa disebut prinsip-prinsip seni rupa.

18. Prinsip-prinsip komposisi seni rupa meliputi keseimbangan, keselarasan, kesebandingan, irama, dominasi, dan kesatuan.

Pilihlah satu jawaban

1. Manusia prasejarah sudah mengenal kebiasaan menggambar. Bukti yang menunjukkan fakta tersebut adalah

A. gendang bergaya Vietnam

B. lukisan pada dinding-dinding gua 

C. kapak lonjong yang terbuat dari logam

D. sampah dapur atau kjokkenmoddinger

2. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.

1) Gambar digunakan sebagai alat komunikasi.

2) Gambar merupakan bentuk ungkapan ekspresi.

3) Pada masa prasejarah, gambar digunakan sebagai mahar dalam pernikahan.

4) Keahlian menggambar menunjukkan status sosial seseorang.

5) Gambar pada masa prasejarah berguna sebagai sarana hiburan.

Tradisi menggambar sudah ada sejak masa prasejarah. Pernyataan yang tepat mengenai gambar pada masa prasejarah ditunjukkan nomor.. . . 

A. 1) clan 2)

B. 1) clan 5)

C. 2) dan 4) 

D. 3) dan 4)

Di Indonesia, seniman yang berkarier di dunia gambar muncul pada abad ke-17. Seniman yang terkenal pada abad itu adalah Raden Saleh. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro (1857). Pada awal abad ke-18, mulai banyak seniman yang berkarier mengikuti jejak Raden Saleh, antara lain Abdullah Suriosubroto, Affandi Koesoema, Agus Djaya, S. Sudjojono, Basuki Abdullah, clan Dullah Suleiweh.

Berikut ini adalah pernyataan yang sesuai dengan teks tersebut adalah

A. Basuki Abdullah merupakan pelukis yang lahir pada abad ke-21.

B. Raden Saleh adalah salah satu seniman terkenal pada abad ke-17.

C. Basuki Abdullah adalah seniman yang segenerasi dengan Raden Saleh.

D. Diponegoro adalah salah satu pelukis yang menghasilkan lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro.

4. Dalam proses menggambar objek geometris clan nongeometris berupa flora, fauna, clan alam benda, agar mendapatkan hasil yang baik, diperlukan unsur-unsur rupa. Berikut ini yang bukan termasuk unsur rupa adalah ....

A. ruang

B. ukuran

C. tekstur

D. terang gelap

5. Perhatikan gambar berikut.

Apabila ketiga warna tersebut digabungkan, akan menghasilkan warna....

A. marun

B. cokelat

C. jingga

D. ungu

6. Warna yang terbentuk dari percampuran warna primer clan sekunder atau campuran dari ketiga warna primer disebut warna .... A. tersier

B. primer

C. sekunder

D. gelap terang

7. Warna kedua adalah warna yang terbentuk karena adanya percampuran dua warna primer. Untuk menghasilkan warna ungu, warna yang harus dikombinasikan adalah warna dasar .... A. merah clan kuning B. kuning dan biru C. merah clan biru D. biru dan hijau

Gambar atau lukisan akan tampak jelas apabila terdapat bagian terang clan gelap. Jika menampilkan bagian gelap atau terang saja, gambar atau lukisan tersebut tidak tampakjelas. Artinya, gambar atau lukisan tersebut tidak dapat dinikmati keindahan objek yang digambarkan maupun dilukiskannya. Oleh karena itu, agar dapat dinikmati keindahannya, hendaknya gambar atau lukisan tersebut memuat unsur gelap clan terang. Benda atau keadaan alam akan tampak terang apabila terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya, benda atau keadaan alam akan tampak gelap apabila tidak terkena cahaya. Jadi, unsur gelap terang ini ditentukan oleh arah datangnya cahaya.

Dihimpun dari berbagai sumber

Berdasarkan teks tersebut, cara untuk unsur gelap terang ditampilkan pada sebuah objek ditentukan oleh . . . . 

A. bahan yang digunakan untuk menggambar 

B. alat yang digunakan untuk menggambar

C. arah datangnya cahaya 

D. teknik menggambar

Pada gambar tersebut, unsur gelap terang membuat gambar menjadi tampak lebih hidup. Arah datangnya cahaya pada gambar tersebut adalah dari....

A. kiri

B. kanan

C. depan

D. belakang

10. Susunan yang dianggap seimbang dan memiliki keserasian pada beberapa objek gambar disebut .... 

A. proportion

B. harmony

C. balance

D. irama

 11. Amatilah gambar berikut.

Dalam komposisi gambar, dikenal istilah dominan, yang berarti besarnya pengaruh atau dominannya sebuah objek pada gambar. Pengaruh tersebut menitikberatkan pada pusat perhatian (point of interest). Objek yang menjadi point of interest pada gambar tersebut adalah .... 

A. pohon           C. salju

B. langit                D. rusa

12. Medium berupa benda atau barang yang digunakan dalam menggambar disebut ....

A. alat     C. bahan

B. teknik  D. komposisi

 13. Perhatikan benda-benda berikut. 1) Kuas.

2) Cat air. 3) Kanvas.

4) Kertas HVS. 5) Palet.

Benda-benda yang termasuk alat yang digunakan untuk menggambar ditunjukkan nomor .... A. 1), 2), d a n 3)   C. 2), 3), d a n 4)

B. 1), 2), d a n 5)                D. 3), 4), d a n 5)

Bacalah teks berikut.

Dusel adalah t e k n i k menggambar yang menggunakan pensil dengan posisi pensil miring atau bahkan sejajar dengan kertas gambar dalam rangka membentuk objek gambar. Kekhasan teknik dusel terletak pada goresannya. Pada teknik dusel, goresan tidak secara jelas membentuk garis, namun kesan garis dapat terlihat walaupun sedikit samar.

Dihimpun dari berbagai sumber

Berdasarkan teks tersebut, berikut ini yang merupakan gambar dari pengaplikasian teknik dusel adalah

 15.          Bacalah teks berikut.

Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai bagian dari pembentukan objek gambar. Alat yang cocok digunakan dalam teknik pointilis adalah pena gambar. Menggambar menggunakan teknik ini memerlukan waktu yang cukup lama karena membutuhkan ketelitian clan kesabaran yang tinggi. Berdasarkan teks tersebut, berikut yang merupakan gambar dari pengaplikasian teknik pointilis adalah

 B. Uraian

berikut dengan

1. Tuliskan bahan-bahan yang diperlukan untuk menggambar.

2. Tuliskan tiga teknik menggambar yang kamu ketahui. Berikan penjelasan secara singkat.

3. Jelaskan teknik menentukan gelap terang.

4. Tuliskan perbedaan teknik arsir clan teknik dusel.       

5. Tuliskan langkah-langkah menggambar secara runtut clan tepat.

Stimulus 1

Cara Mudah Menggambar dengan Teknik Pointilis

Mengutip buku Prinsip Karya Duo Dimensi oleh Kemdikbud, teknik pointilis adalah teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil hingga membentuk objek gambar. Kunci dari teknik ini terletak dari lebarjarak titiktitik itu sendiri.

Berikut ini adalah langkah-langkah menggambar dengan teknik pointilis. 1) Menyiapkan Alat Gambar

Sebelum menggambar, kamu dapat menyiapkan alat gambar yang diperlukan. Mulai dari pensil, kertas, penghapus, spidol, bolpoin, drawing pen atau pena tinta, cat air, hingga tinta cina.

2) Menentukan Objek

Usai menyiapkan alat gambar, kamu harus menentukan objek yang akan

digambar. Dalam hal ini, pemula sebaiknya memilih objek yang sederhana agar lebih mudah digambar. Misalnya, gambar buah apel, jeruk, dan jambu.

3) Membuat Sketsa

Jika sudah menentukan objek, kamu bisa langsung membuat sketsa di atas kertas. Pastikan kamu membuat sketsa dengan tipis agar goresannya tidak membekas di kertas.

4) Membuat Titik-Titik

Setelah sketsa selesai, kamu dapat memulai pembuatan titik-titik pada

sketsa tersebut. Teknik ini bisa diawali dengan membuat titik-titik yang mengelilingi bagian pinggir sketsa. Dengan begitu, gambar objek yang dibuat bisa terlihat dengan jelas.

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan titik-titik di bagian dalam sketsa. Pastikan kamu mengaturjarak antara titik-titik tersebut agar gradasi warnanya terlihat. Jarak titik yang makin dekat akan menimbulkan kesan gelap. Adapun jarak titik yang jarang atau berjauhan akan menunjukkan kesan terang.

Soal 1:

Berdasarkan stimulus 1, pasangkan pertanyaan dengan jawaban yang tersedia.

Unsur rupa apa yang digunakan dalam teknik pointilis?

Apa alat yang digunakan untuk menggambar teknik pointilis?

Apa langkah yang dilakukan setelah menentukan objek?

Apa tahap terakhir dalam menggambar dengan teknik pointilis?

Garis

Titik

Membuat titik-titik

Membuat sketsa

Drawing pen

Soal 2:

Berdasarkan stimulus 1, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.

Teknik pointilis adalah teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil hingga membentuk objek gambar.

Membuat gambar dengan teknik pointilis dapat dilakukan menggunakan cat air. Jarak antartitik akan menghasilkan gradasi warna.

Untuk menghasilkan gambar yang jelas dengan teknik pointilis, sketsa harus dibuat dengan tebal.

Soal 3:

Jawablah dengan benar dan ringkas sesuai dengan stimulus 1.

Dalam teknik pointilis, bagaimana cara untuk menggambarkan kesan terang?

Stimulus 2

Jenis-Jenis Teknik Akuarel

Dikutip dari buku Seni Rupa SMP: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, don Pameran oleh Eighteen Salasi, ada dua jenis teknik akuarel, yaitu:

             Wet on Wet Wet on wet adalah teknik melukis akuarel dengan cara menimpa cat yang

masih basah dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Akibatnya, warna yang dihasilkan akan lebih bergradasi.

             Wet on Dry Wet on Dry adalah teknik melukis akuarel dengan cara menimpa cat yang

sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan warna yang lebih tajam.

Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/teknik-aquarel-pengertian jenis-dan-hal

 

hal-yang-perlu-diperhatikan-1x9U7z3GWj7/full, dengan penyesuaian, diakses pada 19 Januari

 

2023.

 

 

Soal 4:

Berdasarkan stimulus 2, pilihlah satu jawaban yang tepat.

Dalam teknik akuarel, apa tujuan menimpa cat yang sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap?

A. Mempertajam line art pada sketsa.

B. Untuk menghapus kesalahan warna. C. Menghasilkan warna yang bergradasi. D. Menghasilkan warna yang lebih tajam.

Soal 5:

Berdasarkan stimulus 2, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (,/) pada kotak yang tersedia.

Jawaban benar lebih dari satu.

Teknik wet on wet bertujuan untuk menciptakan gradasi warna.

Teknik akuarel dilakukan dengan mengg ~ an cat minyak.

~ Teknik wet on dry adalah teknik melukis a arel dengan cara menimpa cat yang sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap.

Teknik wet on wet dilakukan dengan menimpa cat yang sudah kering dengan air agar warna yang pertama kali dioleskan menjadi pudar.

 

Tujuan

             t-iengenal Karya Seniman Indonesia

: Peserta didik dapat menganalisis komposisi gambar, men identil

alat dan bahan yang digunakan, S2Cta n12n1ahami teknik pembuatan

gambar.

 

oi Indonesia, banyak lahir seniman yang menghasilkan karya War biasa. Beberapa di

antaranya adalah Basuki Abdullah, S. Sudjojono, dan Affandi. Pada proyek ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali beberapa karya dari seniman ternama Indonesia. Selain itu, peserta didik dapat menganalisis karya mereka, mulai dari komposisi, alat dan bahan yang digunakan, serta teknik dalam pembuatan karya tersebut. Peserta didik membuat ulasan atau review dari karya yang dipilih, dapat dalam bentuk laporan, video, atau media lain yang memungkinkan.

Petunjuk:

1.            Tugas ini bersifat kelompok yang terdiri atas 3-4 orang.

2. Tugas ini berkaitan dengan mata pelajaran lain, seperti informatika dan bahasa Indonesia.

3. Waktu mengerjakan tugas ± 2 minggu.

4. Kunjungilah museum atau galeri secara online. Kalian dapat mengunjungi galeri berikut secara online.

             https://www.affandi.orq/

             http://galeri-nasional.or.id/

             http://hadipranagallery.com/

Kalian dapat juga mengunjungi situs web lain yang serupa atau museum/galeri seni yang ada di wilayah tempat tinggal kalian.

5. Amatilah setiap koleksi yang kelompokmu pilih, kemudian pilih salah satu koleksi yang paling menarik.

Carilah jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut. 1.    Siapa pelukis karya tersebut?

             2. Bagaimana komposisi gambar pada karya tersebut? 3. Bahan clan alat apa yang digunakan sang pelukis untuk menghasilkan karya

tersebut?

4. Bagaimana teknik yang digunakan pelukis untuk menghasilkan karya tersebut? Dengan merumuskan masalah, diharapkan dapat menumbuhkan sikap berkebinekaan

global dan bernalar kritis dalam diri kalian

 

 

Untuk memudahkan pengerjaan, kalian dapat mencari informasi tambahan mengenai ulasan atau review lukisan melalui video-video di kanal YouTube.

2. Kalian juga dapat meminta bantuan guru seni rupa mengenai informasi pelukis ataupun karya yang kalian pilih.

:

1.            Susunlah kegiatan yang perlu dilakukan.

2. Tentukanlahjadwal kegiatan serta alat clan bahan yang diperlukan untuk menyusun proyek.

3.            Mintalah saran clan petunjuk guru. Jika sudah disetujui guru, silakan lanjut ke langkah berikutnya.

 

1.            Kenalilah terlebih dahulu pencipta dari karya yang kalian pilih. 2. Amati hasil karya tersebut clan pahami deskripsi lukisan.

3. Carilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tertera di bagian rumusan masalah.

Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan kalian dapat menumbuhkan sikap gotong royong dalam diri kalian.

1.            Sajikan hasil ulasan atau review karya lukisan yang telah kalian lakukan dalam bentuk tulisan, infografis, video, atau media lain yang memungkinkan.

2. Kalian dapat meminta bantuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia agar tulisan kalian sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) clan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

3. Kalian juga dapat meminta bantuan guru informatika dalam pembuatan reviu atau review dalam bentuk digital, seperti PowerPoint, video, clan siniar atau podcast.

4. Dengan menyajikan hasil ulasan atau review karya seniman, diharapkan dapat mengembangkan sikap kreatif clan kritis dalam diri kalian.

5. Kumpulkan hasil ulasan atau review yang telah dibuat sesuai waktu yang telah ditentukan.

6. Unggah karya kalian ke media sosial atau mading sekolah. Mintalah teman-teman kalian untuk memberikan tanggapan

x