MATER PAKET SENI RUPA KELAS 7 SEMESTER 1 BAB MENGGAMBAR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menganalisis konsep menggambar dan unsur-unsur seni rupa dengan memperhatikan prinsip rupa dalam menggambar.
2. Mengaplikasikan berbagai bahan dan alat dalam menggambar.
3. Mengekspresikan gagasan dengan menggunakan teknik dan langkah-langkah yang tepat dalam menggambar.
1. Berkebinekaan global: mengenal dan menghargai budaya.
2. Bergotong royong: kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.
3. Bernalar kritis: memperoleh dan memproses informasi dan gagasan serta menganalisis dan mengevaluasi penalaran.
4. Kreatif: menghasilkan gagasanyang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.
Gagasan, unsur-unsur rupa, prinsip rupa, bahan, alat, teknik, dan prosedur.
Lingkungan alam sekitar, baik berupa benda mati maupun benda hidup, misalnya bunga seperti yang ditunjukkan gambar di atas, dapat dijadikan sebagai inspirasi atau gagasan yang akan dituangkan di atas kertas, kain kanvas, atau media lainnya sebagai karya seni rupa. Makna dari kalimat tersebut adalah gagasan merupakan hat utama dalam proses penciptaan karya seni rupa, termasuk menggambar. Gagasan atau ide merupakan hasil pikiran manusia yang mengarahkan kepada perilaku, baik ucapan maupun tindakan.
Manusia sebagai makhluk berbudaya senantiasa berpikir untuk mendapat ide atau gagasan. Setelah mendapatkan ide atau gagasan, mereka kemudian metakukan suatu kegiatan. Aktivitas atau kegiatan dapat berupa ucapan atau tindakan yang menghasilkan karya seni rupa. Kegiatan seni rupa dapat merepresentasikan suatu objek tertentu dengan cara menggoreskan pena atau pensil ke dalam kertas. Kegiatan tersebut disebut dengan menggambar. Bagaimanakah sejarah dan konsep menggambar unsur-unsur rupa serta prinsip-prinsip komposisi? Mari kita pelajari materi berikut.
Menggambar
Pada awal kemunculannya, gambar merupakan bahasa universal yang digunakan oleh manusia prasejarah. Hat ini dapat dibuktikan dengan penemuan gambar yang terdapat pada dinding-dinding gua. Selain digunakan sebagai alat komunikasi, gambar-gambar pada dinding gua tersebut biasanya digunakan untuk merencanakan strategi berburu.
Bahasa gambar yang sudah digunakan sejak zaman purba juga digunakan sebagai ungkapan ekspresi. Pengungkapan ekspresi merupakan perwujudan imajinasi dari ide atau gagasan yang diungkapkan dalam bentuk gambar.
Pada perkembangan selanjutnya, dinding gua bukanlah satusatunya media untuk menggambar. Media menggambar mulai berkembang pada abad ke-14 hingga ke-15, disusul dengan munculnya seniman yang mulai berkarier melalui gambar. Beberapa seniman dengan karya yang terkenal pada abad tersebut adalah Michelangelo dan Leonardo da Vinci.
Di Indonesia, seniman yang berkarier di dunia gambar muncul pada abad ke-17. Seniman yang terkenal pada abad itu adalah Raden Saleh. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro (1857). Selanjutnya, pada awal abad ke-18, mulai banyak seniman yang berkarier mengikuti jejak Raden Saleh, antara lain Abdullah Suriosubroto, Affandi Koesoema, Agus Djaya, S. Sudjojono, Basuki Abdullah, dan Dullah Suleiweh. Salah satu maestro yang namanya masih harum hingga sekarang adalah Affandi. Karyanya, lukisan Self Portrait I, 1981, pernah diabadikan dalam prangko seri seniman Indonesia di tahun 1997.
Seiring berkembangnya zaman, gaya atau aliran yang ada pada lukisan juga turut berkembang sebagai proses revolusi dari cara berpikir manusia. Proses berkembangnya cara berpikir manusia dapat memengaruhi kegiatan menggambar.
Menggambar merupakan kegiatan menggores pada sebuah permukaan yang melibatkan penglihatan dan gerakan tangan yang terstruktur. Menggambar hendaknya dilakukan dengan gerakan tangan halus dan penuh perasaan, namun dapat juga disesuaikan dengan suasana hati. Contohnya, saat suasana hati sedang baik, hasil goresan pensil cenderung tebal dan bervariasi. Adapun saat muncul rasa takut, hasil goresan cenderung tipis.
Proses menggambar menuntut objektivitas, baik bentuk maupun warna. Secara garis besar bentuk benda dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan nongeometris. Kedua bentuk tersebut dapat dilihat pada bentuk dasar flora, fauna, dan alam benda.
Flora merupakan istilah lain untuk tumbuh-tumbuhan, fauna adalah istilah lain untuk hewan, dan alam benda merupakan bendabenda yang berasal dari alam. Namun, alam benda ada juga yang dibuat oleh manusia menggunakan bahan-bahan yang diambil dari alam. Alam benda yang dimaksud adalah benda yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi, atau benda yang memiliki ruang. Alam benda dapat berupa gelas, cangkir, mangkuk, dan piring yang memiliki bentuk dasar silindris. Selain bentuk dasar silindris, ada bentuk kubistis, dan bentuk nongeometris atau bentuk bebas.
1. Bagaimanakah sejarah proses perkembangan gambar?
2. Apa saja objek yang digambarkan di dinding gua pada zaman prasejarah?
3. Apa yang kamu ketahui tentang menggambar?
4. Tuliskan tiga contoh bentuk geometris dan nongeometris.
5. Apa yang kamu ketahui tentang flora, fauna, clan alam benda?
Setelah kamu mempelajari tentang sejarah dan konsep menggambar, kerjakanlah tugas berikut.
1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
2. Carilah gambar atau lukisan karya seniman terkenal dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Terdapat bentuk geometris dan nongeometris.
b. Deskripsikan gambar yang memuat nama seniman, tahun karya, serta objek yang ada pada gambar atau lukisan.
c. Presentasikan hasilnya di depan kelas.
B. Unsur-Unsur Rupa
Dalam proses menggambar objek geometris dan nongeometris berupa flora, fauna, dan alam benda, agar mendapatkan hasil yang baik, diperlukan unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip komposisi.
Unsur-unsur rupa tidak hanya dapat digunakan dalam menggambar, tetapi dapat juga digunakan dalam proses berkarya seni yang lain, seperti melukis, mendesain, dan membatik. Unsurunsur rupa antara lain titik, garis, bidang, bentuk, ruang, tekstur, warna, dan gelap terang.
Dengan mengomposisikan unsur-unsur rupa secara baik dan menerapkan prinsip-prinsip komposisi, akan terwujud gambar yang sesuai keinginan dan dapat dinikmati keindahannya. Mari kita bahas unsur-unsur tersebut satu per satu.
1. Titik
Titik merupakan unsur paling sederhana dalam seni rupa. Setiap orang mampu membuat unsur ini, tetapi tidak semua
orang dapat mengomposisikannya dengan sangat baik. Walaupun memiliki bentuk yang sederhana, titik memiliki peran yang cukup penting dalam karya seni. Sebagai contoh, dalam menggambar, apabila titik disusun dengan rapat dan memiliki sedikit rongga, akan memberikan kesan gelap pada objek yang digambar. Begitu pula sebaliknya, jika susunan kerapatan titik tidak terlalu rapat, akan memberikan kesan terang. Teknik menggambar yang mengomposisikan unsur ini adalah teknik pointilis.
2. Garis
Garis merupakan susunan dari jalinan titik-titik yang sama besar, memiliki dimensi memanjang, dan berarah. Garis mempunyai berbagai macam jenis, antara lain garis vertikal (a), garis horizontal
(b), garis diagonal
(c), garis melengkung
(d), garis zig-zag
(e), garis berombak
(f), dan garis spiral
(g). Garis vertikal, horizontal, diagonal, dan zig-zag memberikan kesan jelas, mencolok, keras, dan tegas pada gambar. Sementara itu, garis melengkung dan berombak memberikan kesan luwes, lembut, dan fleksibel.
3. Bidang
Bidang terbentuk karena adanya rangkaian garis yang memiliki dimensi panjang dan lebar. Bidang dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan bidang nongeometris.
Bidang geometris memiliki bentuk yang terstruktur dan teratur. Adapun bidang nongeometris merupakan kebalikan dari bidang geometris, yaitu memitiki bentuk yang tidak beraturan dan tidak terukur.
Bentuk adalah gambaran, wujud, ataupun susunan yang berkaitan dengan bidang beruang serta memiliki dimensi panjang, lebar, dan tinggi. Seperti bidang, bentuk juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan bentuk nongeometris. Contoh bentuk geometris antara lain balok, silinder, piramida, kerucut, dan bola. Sementara itu, contoh bentuk nongeometris adalah bebatuan dan karang. Pada dasarnya, bentuk memiliki pengertian sebagai wujud fisik yang dapat dilihat.
Ruang sering dianggap sebagai suatu unsur yang khayal. Hat ini karena kehadirannya hanya dapat dihayati dengan benda atau garis dan bidang yang berbeda di atas selembar kertas. Secara fisik, ruang juga diartikan sebagai rongga yang terbatas ataupun tidak terbatas. Oleh karena itu, dalam menggambar, unsur ruang sering tidak dianggap memiliki batasan fisik.
Dalam gambar yang sifatnya dua dimensi, yaitu dimensi panjang dan lebar, unsur ruang pada gambar bersifat maya karena itu disebut sebagai ruang maya. Contoh dari ruang maya adalah media sosial yang ada di gawai atau smartphone karena tidak tagi dianggap memiliki batasan secara fisik.
Tekstur merupakan nilai atau keadaan permukaan dari suatu benda, baik kasar maupun halus. Dalam seni rupa, nilai permukaan dibagi menjadi dua, yaitu nyata dan semu. Jika keadaan dari suatu benda dilihat atau diraba memiliki kesamaan, nilai dari permukaan itu adalah nyata. Sebaliknya, apabila nilai permukaan tidak memiliki kesamaan ketika dilihat dan diraba, nilai permukaan itu adalah semu.
Tekstur nyata dalam menggambar maupun melukis dapat dilihat dan dirasakan saat menggoreskan pensil ataupun menyapukan kuas pada bidang gambar. Goresan ataupun sapuan kuas yang kasar dan tidak teratur dapat memberikan kesan ekspresif pada karya yang dibuat sehingga menghasilkan tekstur nyata. Adapun tekstur semu dapat dibuat menggunakan goresan ataupun sapuan kuas yang halus, terarah, dan memperlihatkan gelap terang.
Warna merupakan pantulan cahaya yang tampak dari proses pelepasan selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu. Warna juga dapat timbul dari gejala alam, seperti sorotan cahaya yang dipantulkan oleh berlian dan pelangi. Warna juga terdapat pada pigmen. Pigmen adalah zat pemberi warna. Pigmen warna dapat dijumpai pada cat akrilik, cat minyak, dan cat air. Pewarna yang digunakan untuk menggambar antara lain pastel, pensil warna, krayon, dan tinta. Unsur warna dikelompokkan menjadi tiga, yaitu warna primer, sekunder, dan tersier.
a. Warna primer
Warna primer atau warna pokok merupakan warna utama. Artinya, warna-warna yang diperoleh bukanlah dari percampuran warna lain. Dengan kata lain, warna primer merupakan induk warna. Jenis warna primer adalah merah, biru, dan kuning.
Warna sekunder atau warna kedua terbentuk karena adanya percampuran dua warna primer. Contohnya, warna biru dan kuning dicampur akan menghasilkan warna hijau. Warna kuning dan merah dicampurkan akan menjadi warna jingga. Warna merah dan biru dicampur menjadi warna ungu. Ketiga warna tersebut (hijau, jingga, dan ungu) disebut sebagai warna sekunder.
Warna tersier atau warna ketiga adalah warna yang terbentuk dari percampuran warna primer dan sekunder atau campuran dari ketiga warna primer. Sebagai contoh, warna merah, kuning, dan biru dicampur akan menjadi warna cokelat. Kemudian warna kuning dan jingga jika dicampur akan menghasilkan warna jingga kekuningan.
Gambar atau lukisan akan tampak jelas apabila terdapat bagian terang dan gelap. Jika menampilkan bagian gelap atau terang saja, gambar atau tukisan tersebut tidak tampak jelas. Artinya, gambar atau lukisan tersebut tidak dapat dinikmati keindahan objek yang digambarkan ataupun dilukiskannya. Oleh karena itu, agar dapat dinikmati keindahannya, hendaknya gambar atau lukisan tersebut memuat unsur gelap dan terang.
Benda atau keadaan alam akan tampak terang apabila terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya, benda atau keadaan alam akan tampak gelap apabila tidak terkena cahaya. Jadi, unsur gelap terang ini ditentukan oteh arah datangnya cahaya. Dengan kata lain, gambar atau lukisan yang baik seharusnya terdapat bagian yang gelap dan bagian yang terang. Dalam gambar atau tukisan, kesan gelap terang dapat diwakilkan dengan perbedaan warna hitam dan putih atau warna tua dan muda.
1. Apa yang kamu ketahui tentang unsur-unsur rupa?
2. Tuliskan tiga contoh dari unsur-unsur rupa.
3. Bagaimana cara membedakan tekstur nyata dan tekstur semu?
4. Bagaimana cara membuat warna sekunder?
5. Bagaimana cara menentukan kesan gelap terang?
1. Bentuklah kelompok kecil yang terdiri atas 2-3 orang.
2. Amatilah dua karya gambar atau lukisan. Kamu bisa mengamati melalui pengamatan langsung, foto, atau video tutorial di media sosial.
3. Analisislah unsur-unsur rupa yang terdapat di dalam dua karya gambar atau lukisan tersebut, kemudian tulis dalam kolom berikut.
Prinsip-prinsip komposisi merupakan wujud pengorganisasian dari unsur-unsur seni rupa. Unsur-unsur seni rupa diorganisasikan sehingga tercipta sebuah karya seni yang indah. Prinsip-prinsip ini disebut juga sebagai kaidah yang menjadi aturan dalam membuat karya, seperti gambar atau lukisan, bahkan karya seni rupa lainnya. Prinsip komposisi antara lain keseimbangan, keselarasan, kesebandingan, irama, dominasi, dan kesatuan. Mari kita bahas lebih lanjut.
1. Keseimbangan
Keseimbangan dalam bahasa Inggris adalah balance, artinya suatu keadaan atau kesamaan yang sating berhadapan dan memberikan kesan seimbang berdasarkan intensitas karyanya. Keseimbangan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Keseimbangan simetris adalah pembagian atau susunan objek yang di kedua sisinya setangkup atau sama besar. Adapun keseimbangan asimetris pembagian di kedua sisinya tidak sama besar.
Keselarasan atau dalam bahasa Inggris adalah harmony, artinya susunan yang dianggap seimbang dan memiliki keserasian. Contohnya, untuk menentukan objek gambar dengan bentuk dasar silindris, objek yang cocok dijadikan model gambar adalah cangkir, kaleng minuman, dan botol jus. Dari ketiga objek tersebut, terdapat keserasian dari bentuknya. Untuk menciptakan harmoni atau keselarasan, ketiga objek tersebut dapat disusun dengan botol jus berada di belakang, kemudian kaleng minuman berada di depan botol jus, dan yang paling depan adalah cangkir.
Kesebandingan atau proporsi merupakan hubungan antarbagian dan bagian serta bagian dengan keseluruhan. Datam bahasa Inggris, kesebandingan adalah proportion. Prinsip kesebandingan dapat dikaitkan sebagai pertimbangan penilaian keindahan dan ukuran pada karya seni yang dibuat. Hat inilah yang menjadikan prinsip kesebandingan dan prinsip yang lain berhubungan erat.
Prinsip kesebandingan dapat diibaratkan dengan susunan garis vertikal yang dapat memberikan kesan tinggi dan ramping. Adapun susunan garis horizontal dapat memberikan kesan pendek dan lebar.
Prinsip irama dalam seni rupa merupakan urutan atau pengulangan dalam unsur-unsur rupa. Irama dalam bahasa Inggris adalah rhythm. Irama merupakan unsur yang dapat diperoleh melalui repetitive, alternative, progressive, dan flowing.
Repetitive atau repetitif merupakan pengulangan yang diperoleh dengan cara mengulang-ulang unsur. Repetitif terdiri atas susunan unsur yang memiliki kesamaan bentuk, ukuran, ataupun warna yang diaplikasikan sehingga menghasilkan irama yang menjenuhkan, tertib, dan menoton.
Alternative atau atternatif adalah bentuk irama yang tercipta dengan dua atau lebih unsur rupa disusun secara bergantian. Contohnya, susunan garis zig-zag dengan garis gelombang yang disusun secara bergantian. Selain itu, susunan persegi panjang dan segi empat yang disusun secara bergantian.
Progressive atau progresif adalah pengulangan yang menunjukkan perkembangan yang berangsur-angsur atau bertingkat. Contohnya, pengulangan titik yang bertingkat membesar menjadi sebuah lingkaran.
Flowing merupakan pengulangan dalam irama yang mengalun terjadi karena adanya susunan garis-garis berombak dan mengalir berkesinambungan.
Dominasi atau dominan adalah bagian dari sebuah susunan yang salah satu objeknya ditekankan paling utama atau mempunyai banyak pengaruh. Pengaruh tersebut menitikberatkan pada pusat perhatian (point of interest). Contohnya, ada sebuah. susunan pensil berwarna putih, tetapi di dalam susunan tersebut terdapat satu pensil berwarna merah muda dengan ukuran yang berbeda. Maka, pensil yang berwarna merah muda menjadi pusat perhatian di antara pensil lainnya.
Kesatuan adalah prinsip komposisi yang menampilkan kesan utuh dalam suatu susunan atau hubungan antarunsur rupa dan pengaplikasian prinsip komposisi. Kesan utuh pada prinsip kesatuan dapat ditandai dengan susunan unsur-unsur rupa yang menyatu dalam proses penyusunannya. Datam bahasa Inggris, kata kesatuan disebut juga sebagai unity.
1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang.
2. Amatilah tiga karya gambar atau lukisan. Kamu bisa mengamati melalui
pengamatan langsung, foto, atau video tutorial di media sosial.
3. Analisislah prinsip-prinsip komposisi yang terdapat di dalam tiga karya gambar atau lukisan tersebut.
Menggambar adatah perwujudan ide atau gagasan berdasarkan objek yang diaplikasikan menggunakan media menggambar. Media yang digunakan dalam menggambar adalah bahan, alat, dan teknik. Media adalah sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses menggambar. Mari kita bahas satu per satu.
Bahan merupakan medium berupa benda atau barang yang digunakan dalam menggambar. Dalam proses penggunaannya, medium merupakan bahan habis dalam sekali pakai. Beberapa bahan untuk menggarnbar adalah pensil, pensil warna, krayon, kapur, tinta, cat air, dan spidol. Adapun bahan yang digunakan sebagai bidang untuk menggambar adalah kertas gambar. Kertas gambar memiliki banyak jenis, tetapi yang sering digunakan menggambar adalah kertas BC, kertas HVS, dan kertas akuarel.
Alat adalah barang atau benda yang digunakan dalam menggambar. Dalam proses penggunaannya, alat tidak habis dalam satu kali pakai atau bisa digunakan kembali. Adapun alatalat yang digunakan dalam menggambar adalah kuas, pena, palet, dan tempat air.
Teknik adalah cara-cara yang digunakan dalam proses menggambar. Teknik yang dapat digunakan dalam menggambar antara lain teknik arsir, teknik dusel, teknik pointilis, teknik akuarel, dan teknik plakat.
Arsir merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan dalam rangka membentuk objek gambar. Jika menggunakan pensil, mata pensil harus runcing dan digunakan dalam posisi tegak. Dalam teknik arsir terdapat tujuh jenis arsiran, yaitu arsir vertikal, horizontal, diagonal, spiral, silang vertikal horizontal, silang diagonal, dan kombinasi.
Dusel adalah teknik menggambar yang menggunakan pensil dengan posisi pensil miring atau bahkan sejajar dengan kertas gambar dalam rangka membentuk objek gambar. Kekhasan teknik dusel terletak pada goresannya. Pada teknik dusel, goresan tidak secara jelas membentuk garis, namun kesan garis dapat terlihat walaupun sedikit samar. Sama halnya seperti teknik arsir, teknik dusel juga memiliki tujuh teknik, yaitu dusel vertikal, horizontal, diagonal, spiral, silang vertikal horizontal, silang diagonal, dan kombinasi.
Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai bagian dari pembentukan objek gambar. Alat yang cocok digunakan datam teknik poi ntilis adalah pena gambar. Menggambar menggunakan teknik ini~memerlukan waktu yang cukup lama karena membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Namun, gambar yang dihasilkan sangat memuaskan.Cara mengaplikasikan teknik pointilis adalah dengan menekan ujung pena ke kertas gambar sehingga membentuk sebuah titik., Apabila tingkat kerapatan titik sangat rapat, akan menghasilkan kesan gelap. Sebaliknya, apabita tingkat kerapatan titik renggang, akan menghasitkan kesan terang pada objek yang digambar
Akuarel adalah teknik menggambar yang khusus menggunakan bahan cat air atau tinta gambar. Teknik ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu teknik basah dan teknik kering. Pada teknik basah, medium kertas akan dibasahi terlebih dahulu menggunakan air, kemudian kuas yang telah dibubuhi cat disapukan ke atas kertas. Cat akan bergerak sendiri menyebar mengikuti air yang sebelumnya telah disapukan pada kertas. Pada teknik kering, medium kertas tidak dibasahi terlebih dahulu. Namun, kertas akan diwarnai dalam keadaan kering, kemudian Was yang telah dibubuhi cat disapukan secara tipis dan berangsur.
e. Teknik plakat
Teknik plakat atau lebih sering disebut dengan teknik blok merupakan teknik menggambar yang menggunakan media cat akrilik, cat minyak, dan cat air. Penggunaan cat sebagai bahan dalam teknik ini cukup kental sehingga dalam satu kali sapuan akan menutup objek gambar. Untuk teknik yang menggunakan medium cat air, cat air hanya perlu dilarutkan dengan sedikit air saja. Hat ini karena cat air memiliki kesan transparan ketika dilarutkan pada air dan disapukan ke kertas.
1. Apa yang kamu ketahui tentang bahan, alat, dan teknik dalam menggambar?
2. Apa saja teknik dalam menggambar?
3. Tuliskan tiga contoh teknik arsir dan teknik dusel.
4. Bagaimana karakteristik teknik akuarel?
5. Bagaimana karakteristik teknik plakat?
Setelah kamu mempelajari tentang bahan, alat, dan teknik dalam menggambar, kerjakanlah tugas berikut.
1. Amatilah gambar berikut.
2. Analisislah bahan, alat, dan teknik yang digunakan di dalam karya tersebut, kemudian tulis dalam kolom berikut.
E. Prosedur-Prosedur dalam Menggambar
Pada umumnya, diperlukan objek gambar ketika menggambar. Objek gambar dapat berupa flora, fauna, dan alam benda. Sebelum menggambar, kamu perlu mengetahui langkah-langkah dalam menggambar. Mari kita bahas satu per satu.
1. Menyiapkan media yang akan digunakan
Tahap ini termasuk langkah yang cukup penting dalam menggambar. Apabila salah satu dari media yang akan digunakan terlewatkan, akan terjadi kesulitan pada saat proses pengerjaannya. Media menggambar berupa bahan, alat, dan penentuan teknik yang akan digunakan.
2. Menentukan ide atau gagasan mengenai objek yang digambar
Setelah menyiapkan media, langkah selanjutnya adalah mencari gagasan tentang objek yang akan digambar. Objek yang digambarkan dapat berupa flora, fauna, ataupun alam benda.
3. Mengamati terlebih dahulu objek yang akan digambar
Langkah selanjutnya adalah proses mengamati objek gambar. Mengamati objek gambar dapat dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung atau juga melihat gambar atau hasit foto. Kegiatan pengamatan perlu dilakukan secara berutang agar bentuknya dapat divisualisasikan dengan baik.'Untuk mempermudah pengamatan, kamu harus berkonsentrasi pada satu objek atau lebih dari satu objek, tetapi masih memiliki satu kesatuan.
4. Membuat sketsa gambar
Setelah melakukan pengamatan terhadap objek gambar, goreskan secara tipis gambar objek tersebut ke medium yang sudah disiapkan. Goresan tipis dapat mempermudah dalam membuat sketsa. Sketsa tersebut kemudian menjadi sketsa gambar yang siap dilanjutkan ke langkah berikutnya.
5. Menentukan arah pencahayaan (getap terang)
Penentuan arah pencahayaan akan memberikan kesan gelap terang pada objek gambar. Dari sisi objek yang terkena banyak cahaya, objek gambar akan memiliki kesan terang. Begitu juga sebaliknya, apabila objek tidak terkena.banyak cahaya, objek gambar memiliki kesan getap. Penentuan arah cahaya ini dapat ditentukan dengan memberikan tanda pada bagian yang terang atau gelap menggunakan pensil atau pensil warna.
6. Mewarnai gambar dengan teknik yang sudah ditentukan
Langkah berikutnya adalah mewarnai gambar dengan teknik yang sudah ditentukan pada langkah sebelumnya. Teknik yang dapat digunakan adalah teknik arsir, dusel, pointilis, akuarel, dan plakat. Penentuan teknik ini dapat disesuaikan dengan bahan atau alat yang digunakan. Sebagai contoh, teknik arsir dan dusel dapat digunakan dengan alat pensil dan pensil warna.
Tahap penyelesaian akhir
Setelah objek gambar diwarnai sesuai dengan contoh objek gambar, langkah selanjutnya adalah memperhatikan objek gambar secara keseluruhan dan memberikan sedikit sentuhan akhir pada gambar tersebut. Sentuhan akhir ini dapat berupa pemberian detail gambar supaya hasil gambar tampak menarik dan bagus.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan benar.
1. Apa yang kamu ketahui tentang prosedur-prosedur dalam menggambar?
2. Bagaimana langkah awal dalam menggambar?
3. Bagaimana teknik arsir dan dusel digunakan dalam prosedur menggambar?
4. Apa yang kamu ketahui tentang penentuan arah pencahayaan?
5. Bagaimana pelaksanaan tahap penyelesaian akhir?
Setelah kamu mempelajari tentang prosedur-prosedur dalam menggambar, maka kerjakanlah tugas berikut.
1. Amatilah gambar berikut.
2. Buatlah gambar tersebut pada sebuah kertas dan ikuti prosedur menggambar dengan baik dan benar.
Gagasan atau ide merupakan hasil pikiran manusia yang mengarahkan kepada perilaku, baik ucapan maupun tindakan. Gagasan atau ide merupakan hal utama dalam proses penciptaan karya seni. Selanjutnya, gagasan tersebut dituangkan dalam bentuk perilaku, seperti menggambar, melukis, memahat, mengukir, membutsir, dan mencetak sehingga menghasilkan karya seni rupa.
2. Bahan adalah material, baik berupa benda padat maupun benda cair: Bahan yang digunakan untuk menggambar berupa kertas gambar atau karton sebagai bidang gambar. Adapun pensil, cat, dan tinta adalah alat untuk membentuk objek gambarnya.
3. Alat adalah perkakas yang digunakan untuk membantu dalam proses berkarya seni rupa. Alat yang digunakan untuk menggambar berupa kuas, palet, pena, pensil, cat, dan tinta.
4. Teknik menggambar merupakan cara-cara atau perilaku yang digunakan dalam proses menggambar. Teknik yang digunakan untuk menggambar adalah arsir, dusel, pointilis, akuarel, dan plakat.
5. Arsir merupakan cara menggambar dengan pensil atau pena yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan dalam rangka membentuk objek gambar.
6. Dusel merupakan teknik menggambar yang menggunakan goresan pensil gambar atau pensil warna dengan posisi miring atau rebah dalam rangka membentuk objek gambar.
7. Pointilis adalah teknik menggambar dengan pensil gambar atau pena yang menggunakan unsur titik sebagai pembentuk objek gambar.
8. Akuarel merupakan teknik menggambar yang khusus menggunakan bahan cat air atau tinta gambar yang dibubuhkan, baik dengan cara kering maupun basah.
9. Plakat merupakan teknik menggambar yang menggunakan bahan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan membubuhkannya secara menutup.
10. Langkah-langkah menggambar, yaitu (1) pengamatan; (2) pembuatan sketsa; (3) pencahayaan; (4) pewarnaan atau penggunaan teknik; dan (5) penyelesaian akhir.
11. Pengamatan merupakan kegiatan pengenalan objek yang digambar secara teliti dan cermat dengan indra penglihatan.
12. Pembuatan sketsa pada dasarnya adalah memindahkan objek yang diamati menggunakan pensil atau alat pena di atas kertas gambar atau kanvas.
13. Pencahayaan adalah memberi kesan terang atau gelap berdasarkan sumber cahaya dan bayang-bayang.
14. Pewarnaan merupakan langkah mewarnai pada gambar, sedangkan penggunaan teknik adalah cara yang digunakan dalam mewarnai, misalnya teknik arsir, dusel, akuarel, atau plakat.
15. Penyelesaian akhir adalah tindakan penyempurnaan karya melalui pewarnaan.
16. Titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang disebut unsur-unsur rupa.
17. Kaidah-kaidah yang dijadikan pedoman dalam berkarya seni rupa disebut prinsip-prinsip seni rupa.
18. Prinsip-prinsip komposisi seni rupa meliputi keseimbangan, keselarasan, kesebandingan, irama, dominasi, dan kesatuan.
Pilihlah satu jawaban
1. Manusia prasejarah sudah mengenal kebiasaan menggambar. Bukti yang menunjukkan fakta tersebut adalah
A. gendang bergaya Vietnam
B. lukisan pada dinding-dinding gua
C. kapak lonjong yang terbuat dari logam
D. sampah dapur atau kjokkenmoddinger
2. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
1) Gambar digunakan sebagai alat komunikasi.
2) Gambar merupakan bentuk ungkapan ekspresi.
3) Pada masa prasejarah, gambar digunakan sebagai mahar dalam pernikahan.
4) Keahlian menggambar menunjukkan status sosial seseorang.
5) Gambar pada masa prasejarah berguna sebagai sarana hiburan.
Tradisi menggambar sudah ada sejak masa prasejarah. Pernyataan yang tepat mengenai gambar pada masa prasejarah ditunjukkan nomor.. . .
A. 1) clan 2)
B. 1) clan 5)
C. 2) dan 4)
D. 3) dan 4)
Di Indonesia, seniman yang berkarier di dunia gambar muncul pada abad ke-17. Seniman yang terkenal pada abad itu adalah Raden Saleh. Salah satu karyanya yang cukup terkenal adalah lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro (1857). Pada awal abad ke-18, mulai banyak seniman yang berkarier mengikuti jejak Raden Saleh, antara lain Abdullah Suriosubroto, Affandi Koesoema, Agus Djaya, S. Sudjojono, Basuki Abdullah, clan Dullah Suleiweh.
Berikut ini adalah pernyataan yang sesuai dengan teks tersebut adalah
A. Basuki Abdullah merupakan pelukis yang lahir pada abad ke-21.
B. Raden Saleh adalah salah satu seniman terkenal pada abad ke-17.
C. Basuki Abdullah adalah seniman yang segenerasi dengan Raden Saleh.
D. Diponegoro adalah salah satu pelukis yang menghasilkan lukisan berjudul Penangkapan Diponegoro.
4. Dalam proses menggambar objek geometris clan nongeometris berupa flora, fauna, clan alam benda, agar mendapatkan hasil yang baik, diperlukan unsur-unsur rupa. Berikut ini yang bukan termasuk unsur rupa adalah ....
A. ruang
B. ukuran
C. tekstur
D. terang gelap
5. Perhatikan gambar berikut.
Apabila ketiga warna tersebut digabungkan, akan menghasilkan warna....
A. marun
B. cokelat
C. jingga
D. ungu
6. Warna yang terbentuk dari percampuran warna primer clan sekunder atau campuran dari ketiga warna primer disebut warna .... A. tersier
B. primer
C. sekunder
D. gelap terang
7. Warna kedua adalah warna yang terbentuk karena adanya percampuran dua warna primer. Untuk menghasilkan warna ungu, warna yang harus dikombinasikan adalah warna dasar .... A. merah clan kuning B. kuning dan biru C. merah clan biru D. biru dan hijau
Gambar atau lukisan akan tampak jelas apabila terdapat bagian terang clan gelap. Jika menampilkan bagian gelap atau terang saja, gambar atau lukisan tersebut tidak tampakjelas. Artinya, gambar atau lukisan tersebut tidak dapat dinikmati keindahan objek yang digambarkan maupun dilukiskannya. Oleh karena itu, agar dapat dinikmati keindahannya, hendaknya gambar atau lukisan tersebut memuat unsur gelap clan terang. Benda atau keadaan alam akan tampak terang apabila terkena cahaya. Begitu pula sebaliknya, benda atau keadaan alam akan tampak gelap apabila tidak terkena cahaya. Jadi, unsur gelap terang ini ditentukan oleh arah datangnya cahaya.
Dihimpun dari berbagai sumber
Berdasarkan teks tersebut, cara untuk unsur gelap terang ditampilkan pada sebuah objek ditentukan oleh . . . .
A. bahan yang digunakan untuk menggambar
B. alat yang digunakan untuk menggambar
C. arah datangnya cahaya
D. teknik menggambar
Pada gambar tersebut, unsur gelap terang membuat gambar menjadi tampak lebih hidup. Arah datangnya cahaya pada gambar tersebut adalah dari....
A. kiri
B. kanan
C. depan
D. belakang
10. Susunan yang dianggap seimbang dan memiliki keserasian pada beberapa objek gambar disebut ....
A. proportion
B. harmony
C. balance
D. irama
Dalam komposisi gambar, dikenal istilah dominan, yang berarti besarnya pengaruh atau dominannya sebuah objek pada gambar. Pengaruh tersebut menitikberatkan pada pusat perhatian (point of interest). Objek yang menjadi point of interest pada gambar tersebut adalah ....
A. pohon C. salju
B. langit D. rusa
12. Medium berupa benda atau barang yang digunakan dalam menggambar disebut ....
A. alat C. bahan
B. teknik D. komposisi
2) Cat air. 3) Kanvas.
4) Kertas HVS. 5) Palet.
Benda-benda yang termasuk alat yang digunakan untuk menggambar ditunjukkan nomor .... A. 1), 2), d a n 3) C. 2), 3), d a n 4)
B. 1), 2), d a n 5) D. 3), 4), d a n 5)
Bacalah teks berikut.
Dusel adalah t e k n i k menggambar yang menggunakan pensil dengan posisi pensil miring atau bahkan sejajar dengan kertas gambar dalam rangka membentuk objek gambar. Kekhasan teknik dusel terletak pada goresannya. Pada teknik dusel, goresan tidak secara jelas membentuk garis, namun kesan garis dapat terlihat walaupun sedikit samar.
Dihimpun dari berbagai sumber
Berdasarkan teks tersebut, berikut ini yang merupakan gambar dari pengaplikasian teknik dusel adalah
Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai bagian dari pembentukan objek gambar. Alat yang cocok digunakan dalam teknik pointilis adalah pena gambar. Menggambar menggunakan teknik ini memerlukan waktu yang cukup lama karena membutuhkan ketelitian clan kesabaran yang tinggi. Berdasarkan teks tersebut, berikut yang merupakan gambar dari pengaplikasian teknik pointilis adalah
berikut dengan
1. Tuliskan bahan-bahan yang diperlukan untuk menggambar.
2. Tuliskan tiga teknik menggambar yang kamu ketahui. Berikan penjelasan secara singkat.
3. Jelaskan teknik menentukan gelap terang.
4. Tuliskan perbedaan teknik arsir clan teknik dusel.
5. Tuliskan langkah-langkah menggambar secara runtut clan tepat.
Stimulus 1
Cara Mudah Menggambar dengan Teknik Pointilis
Mengutip buku Prinsip Karya Duo Dimensi oleh Kemdikbud, teknik pointilis adalah teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil hingga membentuk objek gambar. Kunci dari teknik ini terletak dari lebarjarak titiktitik itu sendiri.
Berikut ini adalah langkah-langkah menggambar dengan teknik pointilis. 1) Menyiapkan Alat Gambar
Sebelum menggambar, kamu dapat menyiapkan alat gambar yang diperlukan. Mulai dari pensil, kertas, penghapus, spidol, bolpoin, drawing pen atau pena tinta, cat air, hingga tinta cina.
2) Menentukan Objek
Usai menyiapkan alat gambar, kamu harus menentukan objek yang akan
digambar. Dalam hal ini, pemula sebaiknya memilih objek yang sederhana agar lebih mudah digambar. Misalnya, gambar buah apel, jeruk, dan jambu.
3) Membuat Sketsa
Jika sudah menentukan objek, kamu bisa langsung membuat sketsa di atas kertas. Pastikan kamu membuat sketsa dengan tipis agar goresannya tidak membekas di kertas.
4) Membuat Titik-Titik
Setelah sketsa selesai, kamu dapat memulai pembuatan titik-titik pada
sketsa tersebut. Teknik ini bisa diawali dengan membuat titik-titik yang mengelilingi bagian pinggir sketsa. Dengan begitu, gambar objek yang dibuat bisa terlihat dengan jelas.
Setelah itu, kamu bisa melanjutkan titik-titik di bagian dalam sketsa. Pastikan kamu mengaturjarak antara titik-titik tersebut agar gradasi warnanya terlihat. Jarak titik yang makin dekat akan menimbulkan kesan gelap. Adapun jarak titik yang jarang atau berjauhan akan menunjukkan kesan terang.
Soal 1:
Berdasarkan stimulus 1, pasangkan pertanyaan dengan jawaban yang tersedia.
Unsur rupa apa yang digunakan dalam teknik pointilis?
Apa alat yang digunakan untuk menggambar teknik pointilis?
Apa langkah yang dilakukan setelah menentukan objek?
Apa tahap terakhir dalam menggambar dengan teknik pointilis?
Garis
Titik
Membuat titik-titik
Membuat sketsa
Drawing pen
Soal 2:
Berdasarkan stimulus 1, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (r) pada kotak yang tersedia. Jawaban benar lebih dari satu.
Teknik pointilis adalah teknik menggambar yang tersusun dari titik-titik kecil hingga membentuk objek gambar.
Membuat gambar dengan teknik pointilis dapat dilakukan menggunakan cat air. Jarak antartitik akan menghasilkan gradasi warna.
Untuk menghasilkan gambar yang jelas dengan teknik pointilis, sketsa harus dibuat dengan tebal.
Soal 3:
Jawablah dengan benar dan ringkas sesuai dengan stimulus 1.
Dalam teknik pointilis, bagaimana cara untuk menggambarkan kesan terang?
Stimulus 2
Jenis-Jenis Teknik Akuarel
Dikutip dari buku Seni Rupa SMP: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, don Pameran oleh Eighteen Salasi, ada dua jenis teknik akuarel, yaitu:
• Wet on Wet Wet on wet adalah teknik melukis akuarel dengan cara menimpa cat yang
masih basah dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Akibatnya, warna yang dihasilkan akan lebih bergradasi.
• Wet on Dry Wet on Dry adalah teknik melukis akuarel dengan cara menimpa cat yang
sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap. Teknik ini bertujuan untuk menghasilkan warna yang lebih tajam.
Sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/teknik-aquarel-pengertian jenis-dan-hal
hal-yang-perlu-diperhatikan-1x9U7z3GWj7/full, dengan penyesuaian, diakses pada 19 Januari
2023.
Soal 4:
Berdasarkan stimulus 2, pilihlah satu jawaban yang tepat.
Dalam teknik akuarel, apa tujuan menimpa cat yang sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap?
A. Mempertajam line art pada sketsa.
B. Untuk menghapus kesalahan warna. C. Menghasilkan warna yang bergradasi. D. Menghasilkan warna yang lebih tajam.
Soal 5:
Berdasarkan stimulus 2, berikut ini manakah pernyataan yang sesuai dengan teks? Pilihlah jawaban dengan memberi tanda centang (,/) pada kotak yang tersedia.
Jawaban benar lebih dari satu.
Teknik wet on wet bertujuan untuk menciptakan gradasi warna.
Teknik akuarel dilakukan dengan mengg ~ an cat minyak.
~ Teknik wet on dry adalah teknik melukis a arel dengan cara menimpa cat yang sudah kering dengan cat lain atau warna yang lebih gelap.
Teknik wet on wet dilakukan dengan menimpa cat yang sudah kering dengan air agar warna yang pertama kali dioleskan menjadi pudar.
Tujuan
• t-iengenal Karya Seniman Indonesia
: Peserta didik dapat menganalisis komposisi gambar, men identil
•
alat dan bahan yang digunakan, S2Cta n12n1ahami teknik pembuatan
gambar.
oi Indonesia, banyak lahir seniman yang menghasilkan karya War biasa. Beberapa di
antaranya adalah Basuki Abdullah, S. Sudjojono, dan Affandi. Pada proyek ini, peserta didik diharapkan mampu mengenali beberapa karya dari seniman ternama Indonesia. Selain itu, peserta didik dapat menganalisis karya mereka, mulai dari komposisi, alat dan bahan yang digunakan, serta teknik dalam pembuatan karya tersebut. Peserta didik membuat ulasan atau review dari karya yang dipilih, dapat dalam bentuk laporan, video, atau media lain yang memungkinkan.
Petunjuk:
1. Tugas ini bersifat kelompok yang terdiri atas 3-4 orang.
2. Tugas ini berkaitan dengan mata pelajaran lain, seperti informatika dan bahasa Indonesia.
3. Waktu mengerjakan tugas ± 2 minggu.
4. Kunjungilah museum atau galeri secara online. Kalian dapat mengunjungi galeri berikut secara online.
• https://www.affandi.orq/
• http://galeri-nasional.or.id/
• http://hadipranagallery.com/
Kalian dapat juga mengunjungi situs web lain yang serupa atau museum/galeri seni yang ada di wilayah tempat tinggal kalian.
5. Amatilah setiap koleksi yang kelompokmu pilih, kemudian pilih salah satu koleksi yang paling menarik.
Carilah jawaban mengenai pertanyaan-pertanyaan berikut. 1. Siapa pelukis karya tersebut?
• 2. Bagaimana komposisi gambar pada karya tersebut? 3. Bahan clan alat apa yang digunakan sang pelukis untuk menghasilkan karya
tersebut?
4. Bagaimana teknik yang digunakan pelukis untuk menghasilkan karya tersebut? Dengan merumuskan masalah, diharapkan dapat menumbuhkan sikap berkebinekaan
global dan bernalar kritis dalam diri kalian
Untuk memudahkan pengerjaan, kalian dapat mencari informasi tambahan mengenai ulasan atau review lukisan melalui video-video di kanal YouTube.
2. Kalian juga dapat meminta bantuan guru seni rupa mengenai informasi pelukis ataupun karya yang kalian pilih.
:
1. Susunlah kegiatan yang perlu dilakukan.
2. Tentukanlahjadwal kegiatan serta alat clan bahan yang diperlukan untuk menyusun proyek.
3. Mintalah saran clan petunjuk guru. Jika sudah disetujui guru, silakan lanjut ke langkah berikutnya.
1. Kenalilah terlebih dahulu pencipta dari karya yang kalian pilih. 2. Amati hasil karya tersebut clan pahami deskripsi lukisan.
3. Carilah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tertera di bagian rumusan masalah.
Dengan melakukan kegiatan ini, diharapkan kalian dapat menumbuhkan sikap gotong royong dalam diri kalian.
1. Sajikan hasil ulasan atau review karya lukisan yang telah kalian lakukan dalam bentuk tulisan, infografis, video, atau media lain yang memungkinkan.
2. Kalian dapat meminta bantuan guru mata pelajaran bahasa Indonesia agar tulisan kalian sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) clan Kamus Besar Bahasa Indonesia.
3. Kalian juga dapat meminta bantuan guru informatika dalam pembuatan reviu atau review dalam bentuk digital, seperti PowerPoint, video, clan siniar atau podcast.
4. Dengan menyajikan hasil ulasan atau review karya seniman, diharapkan dapat mengembangkan sikap kreatif clan kritis dalam diri kalian.
5. Kumpulkan hasil ulasan atau review yang telah dibuat sesuai waktu yang telah ditentukan.
6. Unggah karya kalian ke media sosial atau mading sekolah. Mintalah teman-teman kalian untuk memberikan tanggapan
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar